_

Festival Kagen Kampung Kranggan Revitalisasi Kampung Pusaka

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - YOGYAKARTA, Kranggan Lovely, Parent Committee Bhineka Tunggal Ika, Tritura Art Community menggelar Festival Kangen Kampung Kranggan dengan tema Revitalisasi Kampung Pusaka, Jumat (17/11) bertempat di Sekolah Bhineka Tunggal Ika, Jalan Kranggan 11A, Yogyakarta.

Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukkan liong dan barongsai, KPJ Malioboro, Rastafarian (Reggae Blues), orkes Jangan Gori, Beatbox #6 sekaligus diisi pidato kebudayaan oleh Anggota DPR RI MY Esti Wijayati, dan Anggota DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro.

Diungkapkan Ketua Panitia Acara M. Achadi, acara ini sekaligus memperkenalkan sejarah Kampung Kranggan yang hingga saat ini masih bisa dilihat dan dirasakan. "Di Kampung Kranggan ada pasar Kranggan yang berdiri awal sejak abad 19 dan merupakan pasar tertua di Yogyakarta, selain itu ada Klenteng Poncowinatan yang juga merupakan klenteng tertua di Yogyakarta, serta ada Sekolah Bhineka Tunggal Ika yang sampai saat ini masih meneruskan tradisi pembelajaran di sekolah dengan ciri khas budaya Tionghoa," ujarnya disela-sela acara.

Kampung Kranggan yang dalam sejarahnya dihuni mayoritas etnis Tionghoa ini memiliki keunikan sebagai pusat ekonomi, religi, budaya serta pendidikan yang ketiganya merupakan simbol keberagaman serta toleransi sehingga menjadi dasar Kota Yogyakarta sebagai kota budaya.

"Kampung Kranggan ini akan direvitalisasi dengan nanti memunculkan berbagai macam perekonomian dan pagelaran budaya serta pendidikan ditengah religius dan etnis Tionghoa, kita akan bersama-sama menghidupkan kampung Kranggan yang merupakan kampung pusaka," tambahnya.

Koh Bing selaku tokoh masyarakat sekaligus sesepuh Kampung Kranggan berharap Kampung Kranggan bisa dilestarikan mengingat banyak cagar budaya di wilayah ini. "Kampung yang berada di kawasan Tugu ini merupakan kawasan cagar budaya yang berpotensi menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan. Kampung tua ini juga layak dikembangkan sebagai pusat studi budaya Tionghoa di Yogyakarta dengan bukti-bukti sejarah yang masih bisa dilihat disini," katanya.

Penulis CH DEWI RATIH KPS

Editor OEMAR NUSWANTARA
views