_

Festival Mandi Syafar, Alat Kenalkan Destinasi Wisata Lainnya

Multi Player Efek dari Festival Mandi Syafar akan memunculkan destinasi unggulan seperti pantai Cemara, pulau berhala dan destinasi lainnya.

HNCK8306-730x487
Festival Mandi Syafar tahun 2017. Foto/Istimewa

JAMBI - Persiapan pemda Tanjung Jabung Timur sudah sangat optimal dalam mempersiapkan festival Mandi Syafar di desa Air Hitam Laut kecamatan Sadu. Sabak, 05 Nopember.
Hal ini disampaikan Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan  Olahraga, Ulfi Rahmad kepada Kantor Berita Waktoe, rangkaian acara dengan puncak Mandi Syafar dimulai dengan Fun Trip, adalah susur sungai yang dimulai dari koridor Jembatan Gentala Al Arsy Jambi menyusuri sungai Batanghari hingga Orangkayo Hitam, Koridor Taman Nasional Berbak dan menginap di Pulau Berhala, pagi harinya melanjutkan ke  Air Hitam Laut, dan sore ke pantai Cemara, dilanjut  besok baru ikut mandi Syafar sebagai puncak acara.
"Fun Trip diikuti Touris Manca Negara, Packpaker, Blogger dan Fotografer nasional", ujar Ulfi.
Ditambahkan Ulfi, kita menyiapkan sarpras untuk tamu undangan 250 orang, dari OPD. Dan, diperkirakan banyak tamu yang hadir dari masyarakat umum dan warga lokal.
Kata Ulfi, Acara mandi Syafar dilaksanakan sejak 1968,  ini kegiatan dari Pondok Pesantren Wali Pitu, pimpinan ustadz Asad  yang juga ketua MUI Tanjab Timur.
Pemerintah hanya sebagai pendukung acara, pun sejak berdirinya Pemda Tanjab Timur, dan ini bukan ritual tetapi festival. 
Dijelaskan, dukungan pemerintah, mulai mempromosikan acara, pendukung acara hiburan rakyat, puncak acara dan puncaknya di 7 Nopember.
" Ini acara Masyarakat asli Air Hitam Laut", tegasnya.
Untuk menuju ke lokasi, Akses lewat darat transit di Nipah kemudian memakai speed boat ke lokasi, sedangkan  lewat air koridor jembatan Sabak.
Lanjut Ulfi, Target promosi pariwisata  karena sudah menjadi agenda provinsi juga.  Tradisi khas sana akan memunculkan Multi Player efeknya, pantai Cemara, air Hitam Laut, Taman Nasional Berbak , Pantai Berhala.
Dan, perlu diketahui sekarang dipantau Cemara Pas lagi musim burung migran, dan ini menjadi perhatian dunia.
"Target kita tidak hanya lokal atau nasional tetapi juga internasional", tambahnya.
Disampaikan acara Mandi Syafar juga dimeriahkan dengan lomba foto destinasi wisata, Lomba kaligrafi yang diikuti 200 orang, dan juga mendatangkan artis KDI Nelvi, dan komedian Wak Kocae dari Jambi.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH. IHSAN
views