_

Finger print Apakah Menjamin Kedisiplinan?, Ini Kata Sekda M Fadhil Arief

HNCK8306-730x487
Ilustrasi: finger print

JAMBI – Janji sekda kabupaten Muaro Jambi akan segera menerapkan sistim absensi elektronik (finger print) di Oktober di seluruh OPD  untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai negeri sipil dilingkup pemkab Muaro Jambi.
Pelaksanaan finger print dikarenakan tingkat kedisiplinan dirasa sangat rendah.
M Fadhil Arief, sekda Muaro Jambi mengatakan, Oktober akan kita terapkan finger print, hal ini bertujuan untuk mendisiplinkan ASN, selain itu juga untuk mengantisipasi Kedungkandang atasan dalam menjatuhkan sanksi terhadap bawahan yang tidak disiplin.
“Reciever finger print ada di Kominfo dan terkoneksi ke Badan Kepegawaian Daerah, jadi pengawasan tidak lagi dilakukan manusia tetapi sistem  yang akan mendisiplinkan”, jelas Fadhil Arief.
Kata Sekda, Anggaran finger print sudah kita masukan dalam APBD perubahan dan terealisasi pada oktober. 
Kedisiplinan ASN nantinya juga sebagai faktor penentu pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP),  kepada ASN.
“Jika tidak disiplin maka akan dikurangi angka yang mereka terima tiap bulan, dan ada faktor penggenap bila tercapai dan TPP nya akan sesuai dengan pagu anggaran yang sudah ditetapkan”, ujarnya
Sementara keluhan keluhan kedisiplinan pun hampir merata di setiap OPD. Seperti yang disampaikan Erwanisah per 19 September 2018 ditunjuk Bupati sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Muaro Jambi. 
Erwanisah mengatakan, saat saya ditunjuk PLT, maka saat apel disampaikan ke pegawai, didalam ini mantan pendidik dan pernah nyetrap peserta didik dan dia sekarang yang sering  terlambat. 
Dan disiplin segera diindahkan dan kompensasi berupa Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) oleh pemerintah sudah diberikan jadi  mereka harus disiplin, jika terus terlambat maka ini pelanggaran.
“Kami sangat berharap agar Pemda segera merealisasikan masalah e absen”, ujar Erwanisah.
Senada, salah seorang Staff di BPKAD merasakan hanya tinggal kantornya saja yang sejak pagi hingga sore masih tergolong utuh, yang lain sudah sangat sepi setelah jam istirahat siang.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views