_

Gempa Lombok Akibatkan Peluluhan Tanah

HNCK8306-730x487

JAKARTA - Gempa bumi Lombok dengan dengan kekuatan M7.0  (5/8) pukul 18.45 WITA mengakibatkan kerusakan luar biasa dan korban jiwa di Lombok Utara dan Lombok Timur serta kawasan di sekitarnya. Jumat,10/8/2018

Kedua kawasan yang sebelumnya pada tanggal 29 Juli 2018 telah diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan M6,4. 

Sumber Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM, menjelaskan Robohnya bangunan yang banyak menyebabkan korban jiwa disebabkan oleh goncangan gempa bumi, surface rupture (retakan tanah) dan bahaya ikutan dalam hal ini likuifaksi atau pelulukan tanah. 
 

Fenomena likuifaksi atau pelulukan tanah/ soil liquefaction adalah suatu proses yang membuat tanah kehilangan kekuatannya dengan cepat dikarenakan getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi kuat pada kondisi tanah berbutir halus dan jenuh air. Dan, adanya zona lemah yang mengakibatkan muncul ke permukaan. Manifestasi di permukaan biasanya berupa lumpur pasir yang berbutir halus keluar dari retakan tanah. Kadang kadang sumur air hilang dan berganti pasir.


Fenomena likuifaksi yang terjadi di Pulau Lombok diakibatkan oleh gempa bumi dengan M7.0 dan tidak berkaitan secara langsung dengan aktivitas Gunung Rinjani.

Sementara itu, gelombang relawan dari dari berbagai kota diseluruh Indonesia berdatangan, BPBD, SAR, Relawan, TNI dan Polri. Dengan spesialisasi yang dimiliki melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak yang terjadi. berbagai bantuan  kebutuhan pokok baik dari pemerintah maupun warga masyarakat pun juga mulai berdatangan.

 

 

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Abdulah Ihsan
views