_

GSL Masnah Busyro Atasi Jalan Kritis

HNCK8306-730x487
Bupati Masnah Busyro dan program GSL

JAMBI – Kepemimpinan Masnah Busyro sebagai Bupati Muaro Jambi menjamin Infrastruktur  terutama Jalan, kondisinya baik, karena sebagai skala prioritas dalam pembangunan. Dalam mengantisipasi kondisi Jalan tersebut Masnah gelontorkan Anggana Gerakan Sapu Lubang sebesar 3 Milyard Rupiah. Sengeti, 17/9/2018.

GSL dimaksud untuk mengatasi jalan jalan yang berlubang dan kritis agar dapat berfungsi, sebelum mendapat pemihakan anggaran pembangunan.

Disampaikan Yultasmi, kepala Dinas PUPR  kabupaten Muaro Jambi, GSL berjalan dianggarkan khusus ditahun berjalan ditangani dengan program tersebut.

Contoh, yang sudah ditangani dengan program GSL  seperti Scrap bahu jalan sekitar 4 KM, pembentukan badan jalan perkerasan progres sekitar 1 KM, ini dilaksanakan di ruas jalan Tangkit Kami kecamatan Sungai Gelam, jelas  Yultasmi.

Untuk yang lain, penanganan ruas jalan Petaling – Rumah sakit Sungai Gelam sepanjang 1,5 KM dan dari Rumah Sakit hingga Simpang Desa Sumber Agung  (3KM), di kecamatan Sungai Gelam dengan total 4,5 KM.

Tidak hanya itu saja, kita masih menangani pada ruas jalan desa Setiris menuju arena MTQ kecamatan Marosebo, jelas Yultasmi.

Lanjut Yultasmi, Penanganan GSL PU berkoordinasi dengan camat, Datuk Kades, kemarin untuk track  lokasi pawai MTQ sudah stabil dengan total penanganan untuk fungsional sekitar 8 KM.

Berdasarkan laporan yang masuk, sampai saat ini progres GSL dikalangan sudah dilaksanakan sekitar 45 persen, masih sesuai dengan target hingga September ini, urai Yultasmi.

“Tujuan fungsionalnya kembali ruas jalan yang ditangani”, ujar Yultasmi

Jadi, Standar menjadi normal untuk layak dilewati.

Cerita Yultasmi, dari staff yang ada di lapangan, program penanganan di lokasi titik kritis ini, Masyarakat senang banyak yang memberi ubi, pisang  dan lain lain.

“Dalam pelaksanaanya GSL  dikerjakan di PU dan material di tenderkan”. Ujarnya.

 

Kondisi Jalan Muaro Jambi

Saat disinggung jumlah jalan yang ditangani Pemda, Yultasmi menyampaikan,  Jalan kabupaten sepanjang 1100 KM, dengan kriteria dalam kondisi  baik 45 persen, rusak berat 30 persen, rusak ringan 25 persen, jadi pekerjaan rumah kita masih banyak.

Kedepan berharap fokus menangani poros utama. Setelah tuntas 75 persen kondisi jalan di Muaro Jambi bagus, ini tergantung kemampuan APBD.

“Kalau untuk meningkatkan barang dan jasa harus ditingkatkan infrastruktur”, cetusnya.

Mengurangi biaya distribusi dengan memperbaiki infrastruktur karena waktu tempuh semakin cepat. Seperti Unit tujuh biasanya 4 jam, waktu tempuh sekarang jadi 1,5 jam.

Dengan begitu, Kesejahteraan masyarakat Muaro Jambi akhirnya meningkat dengan mengurangi biaya distribusi. 

Disampaikan Yultasmi pembangunan jalan di Kasang Pudak, merupakan  peningkatan jalan Kasang Pudak dengan pagu anggaran 15 M.

Jalan Kasang Pudak awalnya sangat kritis, seperti jalur Sungai Gelam, dan ditangani sejak 2016 sepanjang 600 M, 2017 sepanjang 700 M dan Sekarang 2 KM. Maka diprioritaskan penanganan dan hari ini bisa dinikmati. Dengan rigit beton dan diperkirakan umur konstruksi diatasi 10 tahun dan  secara bertahap dilanjutkan.

Untuk Disungai Gelam sepanjang  2150 meter ditambah aspal 300 meter.  “ Seijin Bupati, Urusan Jalan bisa tuntas sebelum kepemimpinan berakhir”, jelasnya.

Mas, perlu kita sampaikan  jalur utama ke Talang Duku, Jembatan Kumpeh sudah disiapkan 21 M APBN. Namun Kendala pembebasan tanah atau kesediaan masyarakat belum ada. Kesedian disini kita maksud kesediaan menjual atau menghibahkan.

Jembatan Kumpeh ini sudah berumur lebih dari 25 tahun.

Sosialisasi disampaikan ke kecamatan dan desa, bahwa sudah tersedia anggaran untuk duplikasi jembatan Muaro Kumpeh.

“Tujuh (7) ruas utama mengindikasi tuntas pembangunan 75 persen. Sungai Gelam, Kasang Pudak, unit 1- 10, unit 3 -10, unit 3-7, Nyigan, unit 8 -22”, cetusnya

Insya Alloh akan tetap dilakukan peningkatan secara bertahap hingga tuntas 2022. Karena kajian teknis ruas utama dan startegis dalam penyaluran barang, jasa dan orang.

Ruas ditangani sebagai penjabaran dalam melaksanakan visi dan misi bupati dari bidang infrastruktur.

Kendala yang dihadapi, faktor sosial dikalangan masyarakat,  kesediaan masyarakat untuk merelakan ruang untuk bahu jalan, tahapan tahapan masyarakat tidak sabar, saat pengerasan ada debu.

Jadi masyarakat harus bersabar saat pembangunan jalan, masyarakat harus menerima kondisi.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views