_

Hari Ini Panwaslu Tentukan Nasib Kadishub Kota Jambi, Pahamlah kan...

HNCK8306-730x487
Saleh Ridho saat menghadiri salah satu kegiatan di rumah dinas walikota jambi

JAMBI - Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi segera menentukan nasib Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, Selasa (26/06/2018), atas laporan dugaan tidak netral sebagai Aparatur Sipil Negara.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi, Ari Juniarman mengatakan, pihaknya mendalami pemeriksaan tersebut hingga batas yang telah ditentukan yakni selama 3+2 hari sejak diterimanya laporan oleh Panwaslu.

"Hari Selasa (hari ini, red) baru kita putuskan melanggar atau tidak," ujarnya, belum lama ini.

Dalam laporan tersebut, tiga orang Aparatur Sipil Negara di Dinas Perhubungan Kota Jambi termasuk Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, turut diperiksa petugas Panwaslu. Saleh Ridho terancam dikurung selama enam bulan penjara apabila dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan bukti pelanggaran tidak netralan sebagai Aparatur Sipil Negara maka sebagaimana diatur dalam pasal 71 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang apatur sipil negara maupun pejabat negara dengan sengaja melakukan tindakan menguntungkan ataupun merugikan salah satu pasangan calon tertentu dipidana kurungan penjara. 

"Dengan ancaman maksimal enam bulan penjara," tegas Ari Juniarman.

Pemeriksaan tersebut menyusul viralnya video Dinas Perhubungan Kota Jambi sebagai ASN diduga dalam kepentingan  pasangan calon Walikota Jambi nomor urut dua, Syarif Fasha -Maulana. Panwaslu telah menerima laporan tersebut dari pelapor Naguib Alkaf dengan nomor laporan 07/LP/PW/Kota/05.01/VI/2018.

Dalam video berdurasi 02 menit 06 detik tersebut viral di tengah masyarakat dan media sosial, terlihat puluhan petugas sedang melakukan apel di salah satu lapangan terbuka di sebuah tempat bongkar muat barang di kota Jambi. Tiap petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi akan diberikan Sembako, asalkan turut mensukseskan pemilihan Walikota Jambi pada Rabu 27 Juni 2018.

Pimpinan apel itu diduga Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho. Video tersebut diambil saat bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri. Suara didalam video itu, terdengar percakapan antara pimpinan kepada seluruh para petugas. Ada 180 petugas dishub yang belum mendapatkan sembako dan akan diberikan kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi menjelang hari raya idul Fitri. 

"Bapak Walikota kito bapak Fasha lagi cuti melalui programnya Insya Allah besok akan diberikan sembako, diberikan kepada kawan-kawan yang kemarin belum dapat. Sekitar 180 orang," sebut suara didalam video tersebut.

Bantuan sembako itu, disebutkannya, merupakan perhatian dari Walikota non aktif kepada petugas Dinas Perhubungan.

"Ini dari pak Walikota, perhatian dari bapak Syarif Fasha yaitu Sembako. Sayo minta kepada rekan-rekan sekalian. Saat lebaran ngumpul dengan keluarga besar, Sayo minta tolong, bantu sayo bersamo mensukseskan tanggal 27. KAMU PAHAMLAH KAN," katanya lagi 

"Kalau bendo tu dak sukses ntah ketemu Sayo ndak lagi, lain bosnyo lain pula kebijakannyo. Kalau kamu nak samo-samo bantu Sayo, kito samo-samo sukseskan, ajak keluargonyo," tambahnya.

Diakhir video tersebut dikatakan pula 

"Sayo jujur dipertengahan bulan ramadhan ini memikirkan kamu ini lah, macam mano cari akal Sayo tu. Alhamdulillah komunikasi dengan bapak sekda dengan bapak pimpinan, biso kito berbuat. Kalau dibandingkan dengan TKK yang lain, kalau kamu punyo kawan biso tanyolah. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan sekalian, sampaikan salam buat keluargo. Yang penting tadi tanggal 27, Sayo minta tolong. Kalau nak sampaikan, sampaikan lah.  Sayo komit bantu pimpinan," tutupnya.

Teepisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho membantah hal tersebut. Menurutnya, Dia tak pernah menyebut kepada anak buahnya untuk mencoblos nomor urut dua pasangan Fasha -Maulana. 

"Tidak ada saya menyebutkan untuk mencoblos nomor 2. Yang saya minta sukseskan tanggal 27, jangan sampai tidak memberikan hak suara. Untuk sembako itu wacana, tetapi tidak jadi diberikan karena saya khawatir. Lalu saya membeli sembako dengan dinas Peridag Kota Jambi untuk diberikan kepada TKK (Tenaga Kerja Kontrak, red)" kata Saleh Ridho.

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views