_

Hati-hati.. Box Culvert Maut di Patimura, Berpindah Tempat

HNCK8306-730x487

Jambi - Warga Kota Jambi yang melintas di Jalan Kapitan Patimura Kelurahan Kenali Besar, Kotabaru, Kota Jambi sebaiknya berhati-hati. Pasalnya  pembangunan box culvert (saluran air) maut yang sempat memakan puluhan korban jiwa beberapa waktu lalu, kini berpindah tempat di dekat Hotel Golden Harvest.

Pembangunan tersebut kembali dikeluhkan oleh masyarakat karena tak ada rambu petunjuk arah alternatif sehingga kemacetan panjang terjadi dari arah Kota Jambi menuju Kabupaten Muaro Jambi dan sebaliknya. Pengendara harus bersabar mengunakan jalur disebelahnya, dan rela menjalankan kendaraannya dalam kecepatan pelan.  

Warga sekitar Syahrul menyebutkan, pembangunan tersebut cukup menggagu aktivitasnya ketika melintas di jalan tersebut, bahkan memicu kekesalan warga karena tidak adanya rambu peringatan. Menurutnya, pemerintah maupun rekanan memasang pengalihan jalan alternatif dengan petunjuk rambu-rambu untuk menekan kemacetan. 

"Kalau kontraktor itu profesional harusnya membuat petunjuk jalan alternatif bahwa sedang adanya pengerjaan," ujar Syahrul, Kamis (8/11).

Kemacetan tidak hanya terjadi pada jam sibuk, seperti pagi dan sore hari. Tapi, kemacetan terjadi pada siang hari akibat volume kendaraan yang begitu banyak.

Karena jalur lalu lintas umum yang satu-satunya sering dilalui oleh pengendara, Ia mengharapkan pembangunan tersebut cepat selesai dikerjakan oleh kontraktor.

"Kontraktor harus cepat menyelesaikan pengerjaan itu, bila perlu bekerja siang malam," katanya.

Menurut Warga lainnya Yulianto, berpindahnya lokasi pembangunan itu pertanda perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah tidak matang.

"Pemerintah semata-mata hanya untuk menciptakan proyek saja. Apakah waktu survey tidak minta persetujuan dari masyarakat, sehingga bergeser seperti itu. Ini membuktikan tidak matangnya Perencanaan proyek tersebut," kata Yulianto.

Sementara itu, Humas Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Provinsi Jambi, Ivan mengakui adanya penolakan warga di depan kuburan china, sehingga terjadinya pemindahan di dekat hotel tersebut.

"Perencanaan awal memang dibangun di depan hotel itu," kata Ivan. 

Penelusuran Gatra.com, di sebuah situs pengadaan barang dan jasa milik pemerintah provinsi Jambi menyebutkan, pembangunan box culvert menelan anggaran senilai Rp 3,6 M yang bersumber dari dana APBD tahun 2018. Proyek tersebut dilelang sejak pertengahan tahun ini. 

Bekas galian box culvert di depan kuburan China hingga kini masih terbengkalai belum diaspal oleh pemerintah. Warga menolak pembangunan tersebut karena akan menambah masalah baru bagi warga sekitar. 

"Sebelum dibangun harusnya Pemda meminta pendapat dengan warga. Pemukiman kami berada di dataran rendah, box culvert dibangun didataran tinggi. Saluran air ditempat kami ini hanya selokan kecil. Mana mungkin mampu menampung debit air ketika hujan turun," kata warga Sutomo.

Selain itu, puluhan orang sudah menjadi korban jiwa di lubang galian kedalaman sekitar 15 cm di tempat tersebut. Tercatat puluhan kecelakaan yang terjadi menyebabkan para korbannya nyaris tewas. 

"Karena tak ada rambu-rambu peringatan didekat galian. Kendaraan hilang kendali karena tidak melihat adanya galian," ujar warga lain.

Penulis Ramadhani

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views