_

HPPJKS Tuntut Bupati Tepati Janji Politiknya

HNCK8306-730x487
Aksi demo didepan kantor Bupati

JAMBI – Demo warga masyarakat Muarojambi yang mengatasnamakan Himpunan  Putra Putri  Kota Seberang  merasa tidak puas atas kinerja Bupati Masnah Busyro dalam memimpin kabupaten Sailun Salimbae, mereka merasakan janji politik Masnah tak pernah terwujud. Sengeti, 26/7/2018.
Agak unik demo kali ini, para pengunjuk rasa tertunda menunggu perbaikan Genset yang rusak saat akan dipakai. Koordinator aksi membawa genset ke bengkel terlebih dahulu. Dari rencana demo pukul 10.00 baru dimulai pukul 11.30 WIB.
Namun lagi lagi genset rewel tak bisa diperbaiki, hingga akhirnya diputuskan memakai Megaphone.
Jajaran kepolisian tetap berjaga, duduk duduk didepan pintu gerbang kantor bupati, dengan kekuatan 1 pleton Dalmas dan jajaran opsnal lainnya  dibawah komando Kabag Ops Kompol Sopirin.
Akhirnya demo kembali bisa berlangsung, diketahui, koordinator aksi Hefsi alias Geber yang mengatasnamakan Himpunan Putra Putri Jambi Kota Seberang, diduga bukan warga Muarojambi.
Beberapa sumber mengatakan ini demo salah alamat, karena dia warga kota. 
Koordinator aksi juga seringkali salah dalam menyebut kab Muarojambi disebutnya Batanghari. Dan akhirnya diserahkan ke  orator yang lainnya, namun Hefsi tetap mendampingi.
Orator meminta maaf atas keterlambatan aksi. Para pendemo berjanji tidak anarkis dan tidak merusak sarpras yang ada.
Beberapa tuntutan, yang disampaikan pun sekitar 15 tuntutan, mulai dari transparansi, aset daerah, nepotisme, kinerja ASN, PHP Masnah, termasuk bupati yang jarang berdinas, proyek pekerjaan oleh cukong yang memberikan setoran, serta Keluarga Bupati yang banyak main proyek, dan tuntutan lainnya.
Sebut Hefsi, nepotisme Busyro banyak, termasuk mengangkat Pamannya sebagai Direktur BUMD. Pekerjaan Cukong banyak yang tidak benar, termasuk normalisasi di desa Tangkit Lama kecamatan Sungai Gelam dari APBD 2017 sebesar 1,6 Milyard disinyalir bermasalah dan gagal perencanaan.
“Banyak mobil yang mogok di rumah para pejabat”, sebut Ilham salah satu orator.
Kata Ilham yang menyebut dirinya mahasiswa Muarojambi, banyak ASN bodoh tidak bekerja sesuai jam kerja, lambat datang cepat pulang. 
“Kami menuntut Masnah Busro untuk hadir, audiensi. Dan, kita akan datang lebih besar di 26 Agustus untuk kepentingan masyarakat”.
Saat ditawarkan ketemu Sekda, para pendemo tidak bersedia dan hanya dengan Masnah Busyro. 
“Persijam itu kantor Bupati, disana berkantor keluarga Busyro”, pungkasnya.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views