_

IJin HO Dihapus, PAD Diperkirakan Akan Menurun

HNCK8306-730x487
Produksi minyak kelapa sawit

JAMBI - Investasi di bidang pengolahan kelapa sawit menjadi sumber PAD Kabupaten Muaro Jambi, salah satunya dari pengurusan Ijin Lingkungan dan Ijin Gangguan, namun sejak ditetapkannya Permendagri pada April 2017 lalu, tentang penghapusan izin gangguan(HO) dan retiribusi izin HO, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Muaro jambi terancam menurun, Sengeti, 11/01/2018 

"Dengan Izin dan retribusi gangguan (HO) sudah dihapus, tentu berdampak pada PAD kita," ungkap Firmansyah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muarojambi Rabu (9/01).

Menurut Firmansyah, biasanya PAD yang didapat dari izin tersebut berkisar Rp 2.5 hingga Rp 2.8 milliar pertahun. Untuk mengatisipasi hal ini, dia menyebut pihaknya berencana akan memaksimalkan fungsi laboratorium sebagai tempat pemeriksaan hasil limbah seluruh perusahaan. Dimana hasil retribusinya nanti bisa meminimalisir kehilangan potensi PAD dari izin HO.

"Tentunya, sebelum melakukan uji laboratorium mengenai limbah ini, kita masih harus mempersiapkan verifikasi dan akreditasi laboratorium sebagai tempat pemeriksaan limbah ini," jelasnya.

Masih menurut Firman, dalam penerapannya, kedepan pemeriksaan hasil limbah tersebut, seluruh perusahaan, baik baru maupun lama diwajibkan untuk memeriksa hasil limbahnya kepada DLHD kabupaten Muaro Jambi.

"Pemeriksaan hasil limbah itu nantinya untuk ditarik retribusinya sebagai pengganti dicabutnya sumber PAD dari sektor retribusi pengurusan izin gangguan (HO) yang sudah ditiadakan," pungkasnya

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views