_

Ikbal: Ada 10 Kelebuhan Haji Sekarang

HNCK8306-730x487
Kepala Kementrian Agama Kabupaten Muaro Jambi M Ikbal

JAMBI – Kementrian Agama kabupaten Muaro Jambi memasuki tahapan pelatihan manasik haji pada tahap kedua yang akan dilaksanakan di Kantor Kementrian Agama Sengeti besok Jumat (10/7). Sengeti, 04/07/2018.

Hal itu disampaikan Kakemenag, M. Ikbal, Jumlah jamaah haji kab. Muaro Jambi tahun 2018 ada 160 orang, mereka sudah dinyatakan lolos terbang.

“Jamaah yang lolos terbang melalui ditest kesehatan dan kebugaran,  sesuai dengan aturan yang dikeluarkan dari kementrian kesehatan”, jelas Ikbal.

Kata Ikbal, manasik sudah dilakukan tahap pertama sekaligus pemberian  vaksin manangitis, dan manasik yang kedua sekaligus monitoring kebugaran dari Dinas Kesehatan agar diketahui perkembangan kebugaran para calon jamaah haji.

Sebetulnya manasik pun juga sudah dilakukan di tingkat kecamatan, bahkan hingga 8 kali calon jamaah melakukannya.

Se kabupaten Muaro Jambi ini dibagi dalam Dua kelompok manasik di tingkat kecamatan dipusatkan di kecamatan Sungai Bahar dan Sengeti, jelas Ikbal. Sedangkan jika dihitung calon jamaah haji mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,  2017 sejumlah 136 orang, dan tahun 2018 ini 160 calon.  

Lebih lanjut disampaikan, Calon Jamaah haji kabupaten Muaro Jambi diuntungkan dengan jadwal keberangkatan yang berangkat gelombang kedua.

“Kalau  dari Jambi berangkat gelombang kedua bersyukur karena terbang langsung ke Mekah dan langsung haji, jemaah haji masih sehat dan segar”, imbuhnya

Persoalan petugas pendamping haji terdiri dari 4 orang petugas terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter, dan perawat.

“Untuk petugas haji daerah kita belum mengetahui”, timpalnya

Ketua kloter biasanya kepala seksi haji kementrian agama kab. Muaro Jambi sedangkan dokternya dari RSUD, selanjutnya perawat dari pelabuhan.

Dari total calon jamaah haji terbanyak dari Sungai Bahar, terangnya.

Ikbal juga menjelaskan ditahun 2018 ini juga diatur, jika ada calon haji yang meninggal dan ada kursi berangkat bisa digantikan oleh ahli warisnya.

Bisa kita sampaikan ada 10 kelebihan haji tahun 2018 mulai dari percepatan keimigrasian yang bisa dibuat di embarkasi, kode gelang jamaah yang ada rekam, akomodasi sudah sewa dalam satu musim, adanya bumbu masakan Indonesia yang tahun sebelumnya hanya dapat jatah 25 kali makan, sekarang 40, tanda pasport dan koper, pengalihan porsi waris, visa printer kertas lebih cepat, konsultan ibadah setiap Daker, ada pelayanan PPK haji di setiap pos ada paramedis, terangnya.

Saat disinggung Kouta haji, M Ikbal menyatakan , kouta kita ada di provinsi, jika dihitung hanya  2606 calhaj se provinsi, padahal disini mas, daftar tunggunya 20 tahun, pertahun ini tercatat 3000 lebih calhaj.

“Kita juga prioritaskan  terhadap lansia yang umurnya 75 th, tapi tidak bisa semua, tergantung jatah, tahun ini lansia kita ploting  12 orang”, pungkasnya.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views