_

Inspektorat dan BKD Kena Damprat Coky

HNCK8306-730x487
bupati Muaro Jambi Masnah Busro

JAMBI - Kedatangan tim Korsupgah yang melakukan monitoring evaluasi tahap kedua atas rencana aksi pemda Muaro Jambi dalam pencegahan korupsi mendapatkan respon positif dari Bupati dan jajaran OPD Pemda Muaro Jambi. Sengeti, 6/7/2028
Dalam kesempatan koordinasi dan audiensi di ruang pola beberapa OPD kena semprot coky (Ardiansyah M Nasution), ketua Tim Korsupgah KPK RI.
"Mana ini Dinas BKD, berapa pegawai yang incrah hukum", tanya Coky.
Ada satu, jawab Ka BKD, yang benar berapa?, dua terus ditekan Coky akhirnya menjawab 3 hingga 5.
Coky, menjelaskan, nanti kalau ditekan terus akan tambah, kalau tidak siap jadi kepala, letakan jabatan.
Lanjut Coky, BKD tolong dibuat laporan yang benar, berapa jumlah ASN yang proses hukum, sedang dan sudah Incrah, nanti kita cocokan dengan data dari BKN, karena sebelumnya kita telah lakukan koordinasi.
Begitu juga yang terjadi terhadap Inspektorat, agar inspektorat mendata berapa jumlah ASN yang melakukan pernikahan, berapa yang menikahkan anaknya, berapa jumlah sumbangan yang diterima.
"Berapa jumlah gratifikasi yang diterima, karena biang kerok korupsi di negara ini ASN", tegas coky.
Lanjut Coky, apapun bentuknya itu gratifikasi, dan hukumannya seumur hidup atau 20 tahun dan itu hanya berlaku bagi ASN.
"Tolong dilaporkan pegawai yg kawin dan mengawinkan anaknya dalm 2 tahun terakhir", jelasnya.
Kepada Bupati Ardiansyah juga meminta agar jangan sampai ada jual beli jabatan, uang kasih sayang, uang penghormatan dan apapun istilahnya.
"Jika ada catat yang pakai itu laporkan kpk, catat media tu", pinta Coky.
Kata Coky, jika ada uang jual beli jabatan dimasing-masing OPD, laporkan kesaya dan dipastikan non job.
Coky juga meminta agar  TPP (Tunjangan Profesi Pegawai) segera disesuaikan dan diminta lakukan scoring, september harus sudah selesai

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views