_

Iskandar; Butuh Peran Warga Untuk Menata Destinasi Wisata Candi Muara Jambi

Menata destinasi wisata tidak bisa meninggalkan masyarakat sekitarnya, ini jadi trend baru

HNCK8306-730x487
Kepala BPCB provinsi Jambi, Iskandar dalam penandatanganan kesepakatan bersama foto/ Abdiel

JAMBI - Sosialisasi cagar budaya dengan tema peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian kawasan cagar budaya muarajambi menuju destinasi wisata berkelas internasional, oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya bersama stakeholder dan masyarakat kawasan Cagar Budaya. Sengeti, 28 Oktober.
Ignasius Suharno, ketua panitia menyampaikan dalam sambutannya, Kelanjutan Forum Group Discution yang digelar hari ini kelanjutan dari FGD dari satu hingga 3 FGD yang sudah terlaksana, dan ini yang ke empat.
Lanjut Suharno, dalam membangun destinasi dibutuhkan keterlibatan masyarakat , ini bukan tugas dan kewajiban pemerintah saja tetapi kita semua dan muaranya kesejahteraan masyarakat.
Tambah Suharno, Bersama melestarikan kawasan candi dalam arti yang seluas- luasnya. Dan banyak yang akan didapatkan dari masyarakat disini, sekarang masyarakat hanya bisa jualan, dan kawan-kawan belum bisa mengerti pelestarian sebenarnya.
Sebetulnya yang lebih besar nantinya akan didapatkan setelah semua tertata.
Abizar kades Muarajambi, mengatakan pemdes menyambut baik dan mengikuti FGD sudah ketiga kalinya.
Kata Abizar, candi muaro jambi pernah dan pertama kali ditarik restribusi sejak 1996 mulai itu berkembang dari 200,- rupiah hingga sekarang 5000 rupiah.
"Perubahan hanya dipengunjung, perubahan kesejahteraan masyarakat sangat kecil", keluhnya.
Untuk merubah memang sangat sulit, Pedagang didalam rapat berkali kali tetapi tidak ada titik temu.
Kita siap untuk memelihara, mengoles, dan bagaimana candi semakin bagus.
"Kita nak bontang banting mau jualan ke dalam, kenapa sekarang hanya duit yang dipikirkan", ujarnya.
Pesan Kades, Candi ini sudah internasional silahkan semua datang, tapi ikuti aturan adat yang ada.
Membersihkan, mengamankan, menata bagaimana bisa berjalan dengan baik, ekonomi bertambah, sekarang toko, rental sepeda, tamu di hormati, pungkasnya.
Kepala Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) provinsi Jambi, Iskandar mengatakan, Saya didorong kapolsek Maro Sebo, Ida Bagus Oka untuk bersama sama menata kawasan cagar budaya. Bagaimana candi muarajambi lebih baik.
Mengembangkan ekonomi dan bahu membahu melestarikan candi muarajambi.
"Hari minggu, 28/10, hari sumpah pemuda dan menjadi momen sebagai anak bangsa dan kita dahulukan persatuan", ujar Iskandar.
Tambah Iskandar, Jika dicari perbedaan pasti ada dan jika diperbesar maka akan meruncing.
Kesempatan sosialisasi juga dilakukan Penandatangan kesimpulan FGD dari satu hingga 3 dengan kesepakatan kesepakatan yang ada, diantaranya, Komitmen melestarikan Cagar Budaya dan manfaat sekitarnya, stakeholder dari Disparpora, Disbud akan melakukan pertemuan rutin bulanan untuk sinergi dalam isu strategis.
Dalam kesepakatan yang lain disampaikan, dibutuhkan peraturan desa agar pemeliharaan ternak tidak masuk ke zona inti, dibentuknya paguyuban pelaku usaha di candi muara jambi, pengaturan go car, trail, pemindahan tiket bok, mendukung program desa wisata dengan alur pengunjung yang dibuat dengan papan informasi. Disamping itu juga diharapkan petugas keamananan harus proaktif dalam pengaman. Dalam kesepakatan juga akan ada FGD program ruang hijau, kegiatan berkesinambungan dalam persepsi terhadap cagar budaya, dan tempat Parkir akan dilokasikan dizona luar.
Iskandar juga menyampaikan bahwa baru 3 bulan bertugas yang sebelumnya dari candi Borobudur, saat awal Agustus dan diminta menata agar layak dikunjungi acara rangkaian toch relay di Candi Tinggi saat itu.
Ada nya Kegiatan pedagang di zona satu, dan penataan secara menyeluruh dijadikan projeck diklat kepemimpinannya.
"Projeck ditawarkan ke penguji maka diterima saat diklat kepemimpinan 3 dan akan ditagih di Desember", tambah Iskandar.
Sebagai kepala BPCB, melihat pertama kali, adanya tiang listrik yang mengganggu, maka nanti kita koordinasi untuk menghilangkannya.
"Cita cita menjadikan candi muarajambi berklas internasional dan menjadi cagar budaya sebagai warisan dunia", ungkap Iskandar.
Iskandar menyebutkan, Warisan dunia di Indonesia mulai Borobudur, Prambanan, Landscape Bali dan Sangiran, dan berharap Candi Muara Jambi kedepan bisa sebagai warisan dunia, jelas Iskandar.
Cagar budaya sesuai UU no.11/2010 cagar budaya bersifat kebendaan (Arca. Keris, Nangunan, Struktur) yang berlokasi di darat dan air.
Cagar budaya harus melalui penetapan.
Muarajambi adalah sebuah kawasan dengan luas 3981 Ha.
Cagar budaya bersifat tidak dapat diperbaharui, terbatas, dan khas. UU no. 5/2015 dengan tujuan pemajuan kebudayaan. Dan, Konggres kebudayaan sebagai pokok pikiran dan sebagai amanat undang undang tersebut.
"Kita yang terdepan boleh tetapi kita harus dibantu", pinta Iskandar.
Sesuai Sk mendiknas 045/m/2000 kawasan candi Muarajambi sebagai benda cagar budaya. Dan, 6 Oktober 2009 didaftarkan ke UNESCO terdaftar dengan no. 5465 sebagai karya adi luhung, world heritage.
Berdasar UU no. 11/2010 tentang cagar budaya kawasan candi Muarajambi sebagai satuan ruang geografis dalam peringkat nasional pun sesuai SK mendikbud 259/m/2013.
"Kawasan Candi Muara Jambi menarik sebagai kawasan wisata sejarah terpadu", pungkasnya.
Tjahjono Prasodjo, dari Departemen Arkeologi UGM dalam paparannya mengatakan Situs cagar budaya Muara Jambi tiada duanya di Indonesia, inti obyek wisata adalah cagar budaya.
Perlu banyak hal dan syarat diantaranya adalah pelestarian cagar budaya, partisipasi masyarakat dan destinasi itu sendiri.
Nilai penting cagar budaya saat diajukan sebagai world heritage, nilai pentingnya adalah cagar budaya Muarajambi ada di peradaban abad 7 -14, dengan begitu dapat dinilai adanya ketrampilan memilih lokasi, arsitektur, dalam lingkungan senyawa candi.
Jika ditilik sungai batanghari rawan banjir tapi ditata ulang dan layak untuk pemujaan dan permukiman, dengan kanal kanal yang terhubung sungai batanghari, ini sangat luar biasa.
Kriteria destinasi wisata, adalah daya tarik, aksesibility, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat.
Trend sekarang, dalam menata destinasi tidak bisa meninggalkan masyarakat.
Prinsip utama, sebagai dasar hukum yaitu UU cagar busaya no. 11/2010, strateginya penguatan masyarakat dan kerjasama antar pihak terkait.
Dasar pemikirannya adalah logika ekonomi dan wisata cagar budaya berkelanjutan. Banyak destinasi cagar budaya yang gagal karena tidak ada kerjasama antar pihak.
Iskandar dalam kesempatan diskusi juga menyampaikan sungai batanghari banyak ditemukan cagar budaya seperti halnya sungai musi, dan banyaknya galian c ilegal, maka setiap menemukan benda cagar budaya berkewajiban melapor berdasarkan undang undang.
Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan beberapa narasumber yang lain seperti Rika Aulia kasi pemberdayaan UMKM dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian memaparkan soal kewirausahaan, begitu juga Sukirno Prasodjo dari pedagang sukses candi Borobudur memaparkan kiat sukses sebagai pedagang kawasan destinasi wisata.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views