_

Jalan Muara Kumpe Rusak dan Berdebu, Iganasius Jonan: Pabrik Batubara Wajib Bantu

HNCK8306-730x487
Menteri ESDM Ignasisu Jonan

JAMBI - Saat melakukan peresmian dan penyerahan sumur bor di provinsi Jambi sebanyak 9 Unit (2 sudah selesai dibangun dan 7 masih dalam proses pembangunan, red), yang dipusatkan di Desa Kemingking, kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignaisus Jonan  harus merasakan  kondisi jalan yang rusak dan berdebu sepanjang jalan memasuki Muaro Kumpe hingga lokasi acara.
Saat disinggung mengenai kondisi jalan tersebut, Ignasius Jonan mengatakan, pabrik batubara wajib ikut benahi jalan, jangan hanya diam saja.

Sementara itu, Korlap Muaro Kumpe bersatu  Andri menjelaskan, kita akan dudukan perkaranya biar tidak terjadi kesalahpahaman, sebelumnya awal bulan Juli 2018 ini kita melakukan musyawarah warga menyikapi debu, jalan rusak dan banyaknya kecelakaan yang sering terjadi akibat Truck batubara.

Dari hasil rapat tersebut diputuskan per 1 Juli, Truck Batubara hanya boleh lewat dimalam hari, pemberitahuan ini dengan spanduk yang kita pasang diatas jembatan. namun kita mendapat panggilan dari pemda dan untuk koordinasi dengan stake holder  yang lain (3/7). Dalam rapat koortdinasi tersebut deadlock namun akhirnya di pilih perwakilan dari pengusaha batubara (5 orang) dari kita ada Camat, Kapolsek, 2 Kades, tokoh Agama, kemudian ada wakil bupati Bambang Bayu Suseno, Kajari, Wakapolres, Dishub dan lainnya. Perwakilan ini berpindah tempat diruang rapat wakil Bupati, dan dalam kesimpulannya diputuskan rekayasa lalulintasnya adalah buka tutup dari jam 09.00 hingga jam 16.00 serta jam 19.00 hingga jam 06.00 WIB truck batubara boleh melintas dan diberlakukan selama satu bulan hingga ada solusi yang permanen. Dari keputusan tersebut dari perwakilan kita hanya satu kades yang tandatangan.

Malamnya kita musyawarah lagi untuk membahas hasil keputusan tersebut, dan intinya menolak atas keputusan tersebut. Disisi lain pengusaha batubara sudah melayangkan  pemberitahuan atas hasil keputusan maka banyak truck yang lewat saat itu, cerita Andri.

Maka warga kemudian bersiaga dan setiap truck yang lewat kita stop dan harus putar balik. 
Dengan kejadian tersebut saya (8/7) dipanggil Bupati, disitu saya menyampaikan Bupati harus hadir dan berbicara dengan warga, dan kita adakan rapat koordinasi dengan pengusaha (14/7) di kantor kecamatan antara warga dan Pengusaha dan disitu Bupati hadir hanya mengetahui.

Hasil Keputusannya sementara Batubara hanya boleh lewat dimalam hari dari (jam 18.00 hingga jam 06.00), bak truck ditutup dengan terpal, Batubara bertanggungjawab secara berkala ada pemeriksaan kesehatan warga, dan melakukan penyiraman serta pemda akan berkooordinasi dengan provinsi untuk projeck jalur khusus. Namun hingga detik ini tidak ada informasi apapun terkait dengan adanya koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Andri bersama dengan warga yang lain di pos pengawasan, pun menceritakan bahwa truck batubara per hari bisa mencapai 3000 unit yang masuk, karena setiap Stopel batubara harus 900 truck yang masuk, dan disini banyak Stopel.
Jika dalam minggu ini tidak ada realisasi apa yang dijanjikan Bupati maka kita akan melayangkan surat dan melakukan aksi dengan penutupan jalan, tegasnya.

Ditambahkan oleh Andri, selama saya hidup disini belum ada keberpihakan dari Batubara terhadap warga, baik itu dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR).

"Jadi kita masyarakat sangat dirugikan dengan kondisi seperti ini, debu yang luar biasa masuk kerumah rumah warga dan sangat berdampak bagi kesehatan", pungkas Andri.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views