_

Kadis Pertanian Tebo Tersangka 

HNCK8306-730x487
ilustrasi

JAMBI – Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus pembangunan Embung Sungai Abang, Kecamatan VII Koto Ulu, Kabupaten Tebo.

Tersangka yakni Ir Sarjono, Kadis Pertanian Tebo yang dalam kasus ini selaku Pengguna Anggaran atau Pejabat Pembuat Komitmen. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kembar Nainggolan, Kabid Pertanian Tebo selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa selaku rekanan dan Jonaita Nasir pemilik proyek pembangunan Embung.

Informasi berhasil dirangkum, penetapan tersangka setelah ditemukannya dua alat bukti yang kuat.

“Kasus Embung Tebo sudah ada 4 tersangka. Baru-baru ini penetapannya,” ujar seorang sumber enggan disebutkan namanya, Rabu (2/5).

Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa saksi ahli. Diantara saksi ahli yang dimintai keterangannya yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Selain itu, informasi yang didapat jika hari ini keempat tersangka dipanggil ke Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.  

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan embung ini diambil dari anggaran DAK tahun anggaran 2015. Dalam DIPA TPHKP proyek ini senilai Rp1,8 miliar. 

Polres Tebo yang sebelumnya menangani kasus ini juga sudah menetapkan tersangka. Dia adalah Ir  Sarjono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo. Namun, status tersangka itu dinyatakan  gugur oleh majelis Pengadilan Negeri (PN) Tebo dalam sidang Praperadilan. 

Pimpinan sidang, Ricky Fardinan, SH dalam amar putusannya menyatakan dan menetapkan permohonan Ir Sarjono diterima dan status tersangka Ir Sarjono dinyatakan tidak syah. 

Dari 7 poin yang diajukan oleh kuasa hukum, 6 poin dikabulkan oleh hakim. Sedangkan 1 poin mengenai kerugian materil ditolak. 

6 poin tersebut adalah menerima dan mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan surat perintah penyidikan terhadap pemohon dengan nomor sprin.sidik/58/a/V/2016/Reskrim tanggal 12 Juli 2016 dan atau sprin.sidik/85/VII/2016/Reskrim tanggal 12 Juli 2016 adalah TIDAK SAH dan Berdasar Atas Hukum, dan oleh karenanya penetapan Aquo tidak mempunyai hukum mengikat.
Poin lain, menyatakan penyidikan termohon terhadap kasus perkara Embung Padi adalah TIDAK SAH dan Tidak Berdasarkan Atas Hukum. Menyatakan SK Nomor : S.tap/41/XI/2017/Reskrim tentang Penetapan Tersangka  tanggal 3 November 2017 yang memutuskan pemohon menjadi tersangka adalah TIDAK SAH dan tidak berdasarkan atas hukum.

Menyatakan perbuatan termohon yakni Polres Tebo yang menetapkan Pemohon yakni Ir Sarjono sebagai tersangka tanpa prosedur adalah cacat yuridis atau bertentangan dengan hukum.

Penulis Ramadhani

Editor Abdulah Ihsan
views