_

Kakek 74 tahun Dianiaya

Psikolog Indah UE; Kepolisian dapat hadirkan Psikiater

HNCK8306-730x487
Kondisi korban Penganiayaan (Said Abdurahman Alhasbi)

JAMBI - Psikolog, Indah Usman Ermulan B.Sc menyarankan kepada kepolisian Sektor Jambi Timur untuk memeriksa kejiwaan tersangka penganiaya kakek 74 tahun Said Abdurahman Alhasbi, warga RT 18 Kelurahan Tanjung Pinang, Jambi Timur. Said menjadi korban penganiayaan oleh  Hendi di kawasan tersebut.

Menurut lulusan University Of Hertfordshire Hatfield Inggris itu, perbuatan tersangka bisa karena wujud kekesalan kepada masyarakat yang kerap membuang sampah di tempat itu. Lalu, tersangka meluapkan ke emosianya kepada korban.

"Bisa saja tersangka sedang mencari mangsa. Lantaran bapak itu yang terlihat lebih lemah dari warga lain, lalu dianiaya," ujar putri kesayangan mantan Bupati Tanjung Jabung Barat, Usman Ermulan itu, belum lama ini.

Setelah menganiaya korban, bagi tersangka setelah menganiaya korban dapat memberikan efek jera kepada masyarakat lainnya untuk tidak membuang sampah di tempat tersebut.

"Atau karena yang bersangkutan sedang ada masalah lain sehingga menyebabkan stres terlalu tinggi menyebabkan gangguan kejiwaannya, atau juga karena dari pengaruh minuman alkohol. Untuk memastikan kejiwaan tersebut, Polisi bisa menghadirkan petugas psikiater demi memastikan kejiwaan tersangka," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jambi Timur Kompol Agung dikonfirmasi menyatakan, saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan. Pihaknya belum memerlukan untuk memeriksa kejiwaan tersangka.

"Belum perlu," kata Agung, Kamis (03/05).

Kapolsek menjelaskan, Petugas mengamankan tersangka di rumahnya di dekat lokasi kejadian. Tersangka telah ditahan petugas kepolisian sejak dua pekan belakangan.

"Tersangka masih ditahan di Mapolsek Jambi Timur. Saat ini sedang dilakukan pemberkasan hingga menunggu P21," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, motif penganiayaan dilatarbelakangi keemosian lantaran sampah yang dibuang korban menyebabkan bau busuk dan memang tempat tersebut tempat pembuangan warga membuang sampah.

"Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dengan kurungan penjara diatas 5 tahun penjara," kata Agung.

Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Habis Havis Alhabsyi SH meminta kepada kepolisian untuk menghukum tersangka dengan seberat-beratnya. 

"Penganiayaan dilakukan tersangka dianggap tak wajar apalagi korban merupakan orang lanjut usia," ujarnya.

Abdul Hamid (40) keluarga korban menjelaskan, penganiyaan terjadi saat korban membuang sampah di seberang rumah pelaku yang kini indetitasnya belum diketahui tersebut, sore hari tadi Senin sore (16/04) di lorong Muhibah.

Dijelaskan Hamid, korban mengendarai sepeda motor untuk membuang sampah. Setiba di lokasi datang tersangka tak dikenal itu melempari korban dengan menggunakan kayu sebanyak tiga kali. 

Tak hanya melempar korban, tersangka yang marah tersebut sempat menahan kendaraan langsung memukul mata korban tepat dibagian mata dan menerjang perut bagian kiri hingga keluar muntahan darah.

"Korban sudah minta maaf mau ijin sholat magrib tetap di hajar sampai ditendang," ujar Hamid.

Korban yang mengalami luka lebam, memar dibagian perut dan batuk mengeluarkan darah itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Atas kejadian itu, korban dan keluarga melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Jambi Timur. Pihak keluarga meminta kepada petugas untuk melakukan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. Dari keterangan pemeriksaan di BAP tersangka juga sempat memukul korban menggunakan kayu beberapa kali.

Penulis Ramadhani

Editor Abdulah Ihsan
views