_

Kapolda Ajak Mahasiswa Perang Lawan Hoax, Diskominfo: Gunakan Internet Sehat dan Bijak

HNCK8306-730x487

 

JAMBI - Akun Facebook Kapolda Jambi Irjen Muchlis As, MH pernah dihacker oleh oknum tak dikenal dengan tujuan meminta chip untuk bemain poker . Hal tersebut dikatakan Muchlis saat mengisi kuliah umum bertema Say No To Hoax and Cyber Crime di Balairung Universitas Jambi, Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Senin 17 September 2018.

Putra Desa Terusan Kabupaten Batanghari itu menceritakan, sewaktu berpangkat Kombes Pol aktif menggunakan media sosial Facebook. Karena padat aktivitas maka akun tersebut lama tak digunakan. Karena lama tak digunakan seorang temannya memberikan informasi akun Facebooknya sudah di hacker oleh orang tak dikenal, setelah pada akhirnya akun facebook tersebut resmi ditutup.

"Di inboxnya minta chip untuk main poker," kata Kapolda.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis As, MH mengajak kepada mahasiswa bersama melawan Hoax. Kapolda menyebutkan, Gadget adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan oleh mahasiswa. Kegunaan internet diharap menjadi hal positif dalam kegiatan belajar mengajar. 

"Kemudahan ini jangan menimbulkan hal negatif yang berujung pada tindak pidana. Karena perkembangan teknologi sangat memudahkan penggunanya," kata Kapolda.

Kapolda mengajak mahasiswa sebagai garda terdepan memerangi berita-berita hoax di mulai dari hal terkecil yakni mengingat keluarga dan kerabat untuk tidak mudah percaya begitu saja dengan sumber berita yang belum tentu kebenarannya.

"Komitmen bersama antara polisi dan mahasiswa membentuk keterbukaan informasi jika terjadi penyebaran hoax di lingkungan kampus guna mencari solusi dalam menindaklanjuti permasalahan," ujar Kapolda.

Selain itu, musim politik kian semakin dekat maka potensi yang akan terjadi black champaign, ujaran kebencian dan lain sebagainya dengan tujuan ingin menjatuhkan lawan politik. Bahkan sampai memecah belah kesatuan Indonesia. Tim Cyber Crime Polda Jambi selalu berpatroli di dunia maya mencari konten-konten yang menyesatkan dan hoax bagi masyarakat.

"Mari sama-sama Kita cegah. Apalagi yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, ini harus kita hindari," tegas Muchlis.

Banyak materi yang disampaikan Kapolda Jambi tentang HOAX, Survey data digital, Pengertian, Jenis, Bentuk penyaluran, tujuan penyebaran, sarana penyebaran Hoax. Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan undang undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Illegal Content dan Illegal Access, Empat Kondensus dasar bangsa.

Sementara itu, pemateri juga diisi dari Diskominfo Provinsi Jambi yakni Sabri Yanto SH.MH. Sabri Yanto adalah putra terbaik daerah Jambi yang malang melintang di tubuh pemerintahan. Sabri sapaan pria berkacamata itu sering terlibat langsung sebagai peserta pendidikan sampai ke luar negeri.

Putra kelahiran Sungai Penuh itu mengingatkan agar mahasiswa tak mudah percaya terhadap informasi yang didapat tanpa sumber yang jelas, sebaiknya informasi dicermati terlebih dahulu.

"Jangan mudah percaya dan menyebarkan. Karena belum tentu informasi itu benar," kata Sabri.

Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Jambi itu mengharapkan kegiatan kuliah umum itu dapat bermanfaat nyata, mengajak mahasiswa menggunakan internet secara sehat dan bijak dengan mengakses situs yang bermanfaat.

"Mahasiswa sebagai ujung tombak mampu memberi edukasi ini ke tengah masyarakat, terutama yang berada di lingkungan sehari-hari agar tetap menggunakan Internet khususnya di media sosial sehat dan bijak," kata Sabri. 

Ia menambahkan, tahun depan sudah memasuki tahun politik, tahun politik bukan menjadi tahun adu domba. Ia menegaskan, Kominfo berperan aktif dalam penanganan kasus-kasus penyebar Hoax khususnya di Provinsi Jambi yakni petugas Satgas Cyber Crime yang bekerjasama dengan kepolisian yang berpatroli memantau situasi di internet. Kominfo juga memiliki alat untuk mendeteksi akun-akun yang bermuatan konten negatif yang kapan saja dapat ditindak tegas berupa pemblokiran.

"Penggunaan internet secara sehat dan bijak akan berdampak positif terhadap masyarakat," imbuhnya.

Kuliah umum ini dihadiri Rektor Unja, Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D, Dirintelkam Polda, Dirbinmas Polda, Dirlantas Polda serta Kabidhumas Polda Jambi. Kemudian ada Wadirreskrimsus dan Wadirbinmas Polda Jambi dan sekitar 500 mahasiswa program studi manajemen fakultas ekonomi dan bisnis.

Penulis Ramadhani

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views