_

Karena Kelainan Seksual, Guru Agama Sodomi Siswanya

HNCK8306-730x487
pelaku sodomi

JAMBI - Dua kali gagal menikah dan pernah di sodomi oleh seniornya saat belajar di pondok pesantren ditahun 1999, Guru agama mengaku terjadi penyimpangan seks karena menyukai sejenis. Sengeti, 6/6/2018.
Dia nekat melakukan sodomi karena secara tiba-tiba muncul keinginan tersebut, hal ini disampaikan saat tersangka menyerahkan ke polres Muaro jambi.
Seperti yang disampaikan Kapolres Muaro Jambi AKPB Mardiono, kasus sodomi terhadap SA (15),  pelajar  kelas dua di MTs IK Muaro Jambi yang dilakukan, Rabu  18 April 2018 pukul 14.00WIB,  korban bertiga  bermain tenis didepan kantor guru, selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB korban dipanggil pelaku untuk masuk dikantor guru, setelah masuk korban langsung dilucuti celananya dan disuruh tengkurap. 
Saat itulah, pelaku menindih dan melakukan sodomi terhadap siswanya sendiri, dari pengakuan korban merasakan ada benda tumpul masuk dilubang duburnya dan merasakan ada cairan yang meleleh juga.
Lanjut Mardiono,  pelaku saat merasa puas, kemudian korban diminta untuk memakai celananya kembali dan pelaku mengancam agar peristiwa ini tidak diceritakan kepada siapapun.
Kesokan harinya korban menceritakan kepada kakaknya, dan pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muaro Jambi. 
Tersangka, MA (31) dari desa Muara Jambi selaku guru bahasa  Arab disekolah tersebut sejak tahun 2009 dan menjabat sebagai wakil kepala sekolah. 
Pelaku yang notabene lulusan S2 agama islam ini, 76 E junto 82 ayat 1 UU no 35/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan karena dilakukan oleh pendidik maka hukumannya akan ditambah 1/3 dari ancaman pidana sesuai dengan ayat 2 dalam pasal yang disangkakan.
Tersangka, pernah dicari dalam upaya penangkapan hingga 3 kali dilokasi, namun belum ditemukan dan akhirnya Jumat (11/5) pukul  14.00 WIB  menyerahkan diri ke Mapolres Muaro Jambi didampingi oleh  kades Muaro Jambi, ketua lembaga adat, tokoh masyarakat dan beberapa tokoh masyarakat yang lainnya, pungkasnya.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Abdulah Ihsan
views