_

Kasasi JPU di Tolak MA, Muchlis Bebas

Putusan mahkamah Agung RI (MA) nomor 922 K/Pid/2016 atas nama MUchlis Feby Anggono Anggota DPRD kabupaten Klaten yang menolak permohonan Kasasi Penuntur Umum Kejaksaan Negeri Klaten, mengakhiri seluruh permasalahan yang atas dakwaan sejak awal menja

HNCK8306-730x487
Sidang perkara dakwaan pemalsuan akte kelahiran (263 KUHP) yang dilaporkan Heru Siswandono terhadap Muchlis Feby Anggono di Pengadilan Negeri Klaten tahun 2014

Mahkamah Agung tak mengabulkan kasasi yang dilakukan Jaksa penuntut umum dalam perkara  terhadap Muchlis Feby Anggono yang sejak awal menjabat anggota DPRD kabupaten Klaten dari partai Gerindra. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Klaten Muchlis di putus bebas oleh Dua (2) hakim namun namun satu (1) hakim memutus bersalah (Disenting Opinion).

Karena putusan bebas tersebut, JPU melakukan Kasasi atas perkara dakwaan pelanggaran pasal 263 KUHP.  Dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Klaten dengan agenda pembacaan putusan atas dakwaan penyebaran akta palsu yang digelar Kamis sore (02/06/2016), Ketua Majelis Hakim, Dian Herminasari memutuskan Muchlis Feby Anggono dinyatakan bebas dari dakwaan pelanggaran pasal 263 KUHP.

Dian Herminasari mengatakan, berdasarkan hasil keputusan majelis hakim, terdakwa secara primer dan subsidier tidak terbukti melakukan pelanggaran seperti yang didakwakan dalam rentetan kasus penerbitan 446 akte kelahiran palsu yang dilakukan Ari Pahlevi.

Muchlis dilaporkan oleh Heru Siswandono (52) yang juga rekan satu partai. Dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka tersebut merupakan tindak lanjut dari pengembangan sidang kasus serupa dengan terdakwa pegawai Dinas Pendudukan dan Catataan Sipil (Dukcapil) Klaten pada bulan Juli tahun 2014 lalu.

sambil menunjukan putusan kasasi, Muchlis anggota komisi III DPRD Kab. Klaten mengatakan, "Alkhamdulillah mas, hasil putusan MA saya bebas". saat disinggung apakah akan melakukan gugatan balik terhadap pelapor. muchlis dengan tegas mengatakan, tidak akan melakukan gugatan balik, asal yang bersangkutan meminta maaf.

"saya tidak akan melakukan gugatan balik, lebih baik memaafkan jika yang bersangkutan meminta maaf, meskipun saya sudah banyak dirugikan baik materiil maupun in materiil. mulai dari saya tidak bisa mengemban amanah sebagi wakil rakyat dengan baik, tidak bisa mengikuti kunker dan tidak bisa fokus mengabdi karena persoalan tersebut".

Jika di tilik dari persoalan tersebut, Pelapor banyak melakukan kesalahan, mulai dari sumpah palsu, keterangan palsu, dan menggunakan barang bukti palsu, karena sejak awal muatan politisnya sangat kuat. 

lebih lanjut Mucklis mengatakan, dia akan fokus saja melayani rakyat dan akan menebus waktu yang terbuang karena perkara ini, tukasnya.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views