_

Kearifan Lokal Dibutuhkan Dalam Pelaksanaan Permendikbud No 17 Tahun 2017

HNCK8306-730x487

Waktoe.com-BANTUL, Permasalahan yang muncul terhadap implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau bentuk lain yang sederajat adalah sistem zonasi, sesuai dalam pasal 15  dikatakan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah.

Anggota MPR RI MY Esti Wijayati dihadapan Kepala Sekolah dan Komite Sekolah se-Kota Yogyakarta mengatakan permasalah zonasi dibutuhkan kearifan lokal supaya anak didik tidak kesulitan untuk mengakses pendidikan. "Untuk daerah perbatasan dengan Jawa Tengah perlu dilakukan diskusi kedua belah pihak agar bisa berbagi siswa, seperti ada siswa SD yang tinggal didekat wilayah Klaten tapi domisilinya di DIY bisa bersekolah di Klaten, begitupula sebaliknya," ujarnya, Senin (12/02) saat menggelar Rapat Dengar Pendapat Implementasi Permendikbud No 17 Tahun 2017.

Berdasarkan Permendikbud tersebut dijelaskan radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi didaerah tersebut berdasarkan jumlah ketersediaan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar masing-masing sekolah dengan ketersediaan anak usia sekolah didaerah tersebut.

"Yang mendasar adalah dengan peningkatan sumber daya manusianya yaitu tenaga pendidik, yang dilakukan secara bertahap, dan semua pendidik mempunyai kompetensi yang merata, sehingga kegiatan belajar mengajarnya dengan materi yang sama dan kompetensi guru yang merata hasilnya kita harapkan sama," katanya.

Selain itu, lanjut Esti Wijayati perlu juga dilakukan persamaan insfrastruktur dan penyetaraan sekolah. "Jadi tidak akan ada sekolah unggulan dan bukan unggulan, serta insfrastruktur sekolah juga disamakan, mulai dari bagunan kelas ataupun fasilitas sekolah tersebut," tambahnya.

Penulis DEWI RATIH

Editor CH DEWI RATIH KPS
views