_

Kecamatan Mergangsan Menggelar Sosialisasi Cegah Deteksi Dini Kanker dan WPA

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - YOGYAKARTA, Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta menggelar sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker dan warga peduli AIDS (WPA) kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui gejala-gejala yang timbul, dan bagaimana cara pengobatannya.

"Harapannya dari acara sosialisasi ini mereka yang hadir bisa mensosialisasikan kepada warga di lingkungannya masing-masing, supaya masyarakat sadar periksa dini jadi kalau ada gejala penanganannya lebih mudah, agar tidak meningkat stadiumnya yang tentunya akan lebih sulit pengobatannya," ujar Camat Mergangsan Dra Tyasning Handayani Shanti, Kamis (26/04) disela-sela acara sosialisasi yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan setempat.

Hadir dalam kesempatan itu Instalasi Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta, Maria Dora Tri Yogyantini, SGz, RD yang menjelaskan bagaimana mendeteksi dini dan pencegahan kanker melalui gizi. "Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali yang memiliki kemampuan untuk menyusup dan merusak sel-sel sehat didalam tubuh," katanya.

Dijelaskannya, terdapat beberapa gejala umum pada kanker diantaranya kelelahan dan merasa lemas, perubahan berat badan tanpa dikehendaki, dapat berupa penurunan atau kenaikan berat badan, munculnya benjolan atau penebalan yang terasa dibawah kulit, perubahan pada kulit seperti menguning, menggelap, atau memerah. Dapat juga berupa kelainan atau luka yang nyeri dan tidak kunjung sembuh, mengalami demam dan keringat malam dalam jangka waktu lama, dan terjadi pendarahan dan memar yang tidak jelas sebabnya.

"Untuk pencegahan kanker atau mengurangi resikonya dapat dilakukan dengan cara hidup sehat, seperti menghindari makanan berlemak, makanan yang diawetkan dan makanlah makanan yang seimbang gizinya. Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang bukan suami atau istri sendiri, hindari stres dan upayakan kehidupan seimbang," jelasnya.

Sementara itu Pengelola Program KPA DIY, Ana Yuliastanti pada kesempatan yang sama memaparkan epidemi dan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di DIY. "Epidemi HIV saat ini berdasarkan temuam kasus HIV dan AIDS masih rendah yaitu 28% dari estimasi tahun 2016," katanya.

Untuk penanggulangannya, di DIY telah melaksanakan beberapa program, seperti program kelembagaan, progam harm reduction, program pencegahan transmisi seksual, program LKB oleh Dinas Kesehatan, penanggulangan HIV di lapas dan rutan, serta pemberdayaan masyakat melalui pembentukan keluarga sadar HIV oleh BPPM dan pembentukan warga peduli AIDS (WPA) oleh KPA.

Penulis IBRAHIM UMAR

Editor IBRAHIM UMAR
views