_

Kenapa hanya 2 Kecamatan Terima Dana Bedah Rumah

HNCK8306-730x487
perumahan untuk nelayan di Nipah Panjang, kabupaten Tanjung Jabung Timur

Tahun 2018,Dua kecamatan di kabupaten Tanjung Jabung Timur akan terima dana bedah rumah sebanyak 637 rumah, dengan total anggaran 15 juta rupiah. Dua kecamatan yang bakal menerima itu adalah kecamatan Nipah dan Berbak. Khusus bagi Lansia harus menyisihkan 2,5 juta rupiah untuk upah tukang, untuk yang lain dilaksanakan secara gotong royong warga. Jumlah uang tersebut l(15 juta rupiah) angsung ditransfer ke rekening bank penerima.

Seperti dijelaskan oleh Afriboy, kabid Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, kabupaten Tanjab Timur kepada media, "Warga masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan rehab RTLH (rumah tidak layak huni), adalah warga miskin dan tentunya melalui verifikasi".
Verifikasi sendiri dilakukan oleh tim yang memiliki kapasitas dan kompetensi dibidang tersebut, ada unsur Lurah/Kades, Camat, Satker Perumahan Rakyat. Program RTLH, sudah tahun ke Empat, untuk 2017 sekitar 250 unit di kec. Sadu.

Lanjut Boy, bidang Perumahan dan permukiman banyak tugas yang harus diselesaikan, mulai Sanitasi dan Ketersediaan air bersih, jalan lingkungan  serta permukiman dan perumahan rakyat.

"Ada sekitar 70 persen di kawasan pesisir memakai WC Cemplung".

Kata Boy, belum bersoal tentang ketersediaan air bersih, banyak warga yang menggunakan air hujan atau air tanah namun ph air asam. Tanjabtimur ini air baku memakai air permukaan sungai Batanghari, dan kita sudah membangun pengolahan air bersih di kecamatan Dendang untuk memenuhi pelayanan di-3 kecamatan mulai dari Muara Sabak Barat, Geragai, Dendang, pun sementara yang mampu dilayani baru 2 kecamatan Dendang dan Muara Sabak Barat.

Sumber air dari sungai Batanghari memiliki Keuntungan debit gak pernah kurang. "Debit 40 liter per detik, yg dioptimalkan baru 20 ltr/detik".

"Didalam aturan Permen PUPR untuk 1 lt perdetik untuk mencukupi 100 KK, maka baru sekitat 1000 KK  yang bisa tercover".

Lanjut Boy, tahun ini juga ada bantuan Pamsimas di 18 desa dimana 12 desa dari anggaran APBN dan 6 desaa dari APBD.

Rumah Bergulir

Pembangunan perumahan yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, atau miskin terus mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Nelayan miskin maupun Pegawai Negeri golongan 1 dan 2 juga mendapatkan rumah. Keberadaan rumah nelayan dan Rusunawa (Rumah Susun Sewa Sederhana) bagi PNS gol 1 dan 2, bersifat sementara, karena jika penghuninya sudah mengalami peningkatan ekonomi maka harus pindah, tidak boleh lagi menempati rumah tersebut. Penyedian rumah inipun secara bertahap, belum bisa memenuhi semuanya,  apalagi kalau memgaju pada daftar ajuan.

Afriboy, kabid Perumahan dan Pemukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, menjelaskan, penyediaan perumahan bagi nelayan sampai tahun 2018 sudah pada tahap ke Empat, di Kuala Jambi sudah 2 kali dengan total 150 unit rumah, Nipah Panjang 50 Unit dan Mendahara Ilir tahun ini juga 50 Unit.

"Ini bantuan dari Satker Perumahan Rakyat dirjen PUPR, dengan type 28".

Kewajiban penghuni hanya membayar listrik 900 - 1300 watt dan Air saja, jelasnya.

Begitu juga, pembangunan Rusunawa yang diproyeksikan dibangun tahun 2018 di tanah pemerintah yang sudah dipersiapkan di depan Pasar Talang Babat sekitar 37-40 unit dalam satu tower dan ini masih proses tender di pusat, karena kita hanya menerima saja.

Diketahui masih banyak warga masyarakat termasuk di kecamatan Mendahara Ilir  banyak yang numpang tanah orang. begitu, di kabupaten Tanjung Jabung Timur masih banyak PNS gol 1 dan 2.

Terhitung, dari total jumah PNS terdapat 38 PNS gol I dan 889 PNS gol II. maka verifikasi menjadi kunci penetapan hak atas hunian rumah rumah bantuan pemerintah, baik rumah nelayan maupun rusunawa, tidak ada intrik intrik dan pesanan khusus.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views