_

Kepala BKD Husairi Tak Hadiri Paripurna, Plt Gubernur Jambi : Saya Bukan Harimau

HNCK8306-730x487

Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi melakukan rapat paripurna Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah di gedung DPRD Provinsi Jambi, Telanaipura, Kota Jambi, Senin (30/07/2018).

Dalam rapat tersebut, satu Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jambi tidak hadir. Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar pun menyayangkan atas ketidakhadiran satu kepala OPD itu. Meski Fachrori Umar tak menyebut secara gamblang nama pejabat tersebut. Namun diketahui kepala OPD itu, dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi, Husairi.

"Satu kepala OPD tak hadir dan kita tidak tahu alasannya. Banyak orang bilang karena takut sama saya, saya bukan harimau," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Johansyah membenarkan Kepala BKD Husairi tidak hadiri rapat paripurna lantaran adanya kegiatan lain.

"Tadi beliau sudah minta izin," kata Johansyah.

Tersiar kabar dugaan hubungan keduanya tengah bergesekan menyusul pelantikan 392 pejabat eselon III dan IV, pada bulan Februari lalu. Pasca penetapan tersangka Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, saat itu enggan melantik ratusan pejabat eselon III dan IV Pemprov Jambi.  Karena alasan keamanan serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pasca pelantikan.

"Saya tidak mau melantik karena nanti menjadi masalah. Saya tidak ingin gara-gara pelantikan itu, timbul masalah yang tidak baik," kata Fachrori. 

Ia juga mengaku mendengar kabar pungutan liar (pungli) dalam pelantikan pejabat tersebut. Hanya saja, kata Fachrori, dirinya tidak melihat secara langsung.

Kepala BKD Provinsi Jambi Husairi menyebutkan, pelantikan yang dilakukan sudah sesuai regulasi. Pro dan kontra itu sudah menjadi hal biasa.

"Saya siap tanggungjawab atas apa yang terjadi nantinya," sebutnya.

Menurut Husairi, pelantikan itu telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jambi. Sebab, pelantikan harus segera dilaksanakan mengingat banyaknya jabatan kosong.

"Saya memang sudah menghadap Wakil Gubernur, namun memang beliau tidak setuju karena saat ini Provinsi Jambi sedang dalam keadaan genting. Sehingga saya meminta arahan dari beliau dan ditunjuklah Sekda yang melantik," sebut Husairi, saat itu.

 

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views