_

Kerugian Negara 9 Milyar Atas Penyelundupan Baby Lobster, BKIPM: Ini Sudah Yang Ke Empat

HNCK8306-730x487
Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono didampingi Kasatreskrim AKP Afrito Marbaro bersama Paiman dari BKIPM Jambu

JAMBI – Penangkapan penyelundupan baby lobster dengan modus operandi memakai takemon merupakan modus baru.
Cara dengan takemon yang  menggunakan sistem aerasi yang dimodifikasi dalam kasus penyeludupan baby lobster yang berhasil digagalkan oleh Satreskrim Polres Muarojambi ternyata kemungkinan untuk baby lobster hidup itu 100 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Paimin, selaku Humas Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Jambi saat ikut dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Muarojambi, Selasa (9/10)
“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada Satreskrim Polres Muarojambi, yang telah berusaha keras menggagalkan penyelundupan  baby lobster,”ujarnya
“Penggunaan takemon dengan sistem aerasi yang dimodifikasi seperti itu dan hasil analisa kami  kemungkinan untuk baby lobster hidup itu boleh dikatakan 100 persen,”sambungnya
Ia menambahkan bahwa pelaku dalam penyeludupan baby lobster yang ditangkap di KM 28 Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi ini sangat berpengalaman. Pasalnya menurut Paiman secara teknis pengangkutan menggunakan mobil tersebut tidak bisa.
“Pelaku ini sangat berpengalaman dan bisa mengatasi hal-hal yang secara teknis menurut kita tidak bisa diatasi tapi ternyata bisa diatasi dengan angkutan begini,”ucapnya
Ia menambahkan bahwa berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh BKIPM Jambi, seluruh baby lobster yang diamankan keseluruhannya dalam keadaan hidup.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa pengagalan penyeludupan ini merupakan yang kelima kalinya dalam kurun waktu 2017-2018. Paimin katakan bahwa tahun 2017 ada satu kali penangkapan dan 2018 termasuk yang di Muarojambi ada empat penangkapan.
“Karena nilainya yang secara ekonomis cukup tinggi, maka memacu seseorang untuk melakukan penyeludupan baby lobster. Bahwa penjualan baby lobster merupakan suatu pelanggaran hukum,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Paiman juga mengungkapkan bahwa Penyelundupan Baby lobster melalui jalur darat diperkirakan akan menuju Sabak tujuan akhir negara Vietnam via Singapura.
“Laut Vietnam itu kecil tapi penghasilan Lobster jauh lebih banyak dibanding Indonesia, dan benihnya diduga dari Indonesia”, pungkasnya.
Vietnam ini hanya membesarkan tetapi benih lobster ya dari Indonesia, harga lobster jika dengan ukuran 200 sudah mencapai 750.000 rupiah, berapa keuntungan mereka punya dan Indonesia yang dirugikan.
Penyelundupan baby lobster sendiri diduga juga dari penangkapan para nelayan dan ada pengepulnya, ungkap seorang dari BKIPM lainnya

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views