_

Ketum IKBA AMPATI OKI Menolak Isu Agama Jadi KOmoditas Politik

Manuver masing masing kandidat setelah mendapatkan rekomendasi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati OKI, Komoditas Agama menjadi Isu yang mengkawatirkan

HNCK8306-730x487

Setelah munculnya rekomendasi terhadap masing-masing partai pengusung, membuat peta politik di kab. OKI semakin jelas, masing masing tim pemenangan sudah mulai bergerak dilapangan maupun melalui dunia maya.

pergerakan tim sukses mulai dengan manuver-manuver yang megkhawatirkan,  manuver untuk menjatuhkan lawan pun dilakukan dengan berbagai cara. Demi menaikan popularitas  calon  pun tak segan segan menggunakan issu agama.

Abulaka Archaida (AA), Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni Aliansi Mahasiswa Pantai Timur (IKBA AMPATI) sangat menyayangkan jika fenomena Pilkada Jakarta akan di bawa ke dinamika Pilkada OKI 2018. Ada salah satu tim sukses dengan terang-terangan membuat status di media sosial jangan memilih beda agama. Hal itu jelas sekali bahwa ada tim sukses salah satu calon ingin menggiring masyarakat untuk tidak memilih calon tertetntu dengan menggunakan isu agama.

“Kami sangat menyayangkan jika ada tim sukses menjual isu agama demi memperjuangakan calon mereka dan mencari dukungan masyarakat. Menggiring pilihan masyarakat dengan isu agama, bagi kami itu bukan langkah politik yang dewasa dan mendidik masyarakat. Jangan jual isu agama demi kepentingan politik, turun nilai agama jika hanya dibicarakan dalam konteks pilkada saja. Agama seharusnya diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari melalui membantu atas sesama, memberikan bekal pelajaran agama kepada generasi muda serta melaksanakan tugas dan menjahui segala larangan-Nya,” jelas Abulaka memberikan komentar dari Kota Pelajar, Ahad (12/11/2017)

 

Lanjut Abulaka, janganlah fenomena Pilkada Jakarta di bawa ke OKI, cukup hanya terjadi di Jakarta saja menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan termasuk menjual isu agama. Nampak sangat jelas dinamika Pilkada Jakarta meninggalkan luka berkepanjangan – masyarakat Jakarta masih terpecah-pecah dan terlihat belum bisa menyatu lagi karena isu SARA sangat kental di proses Pilkada. Apakah kita menginginkan masyarakat OKI terpecah juga hanya untuk sekedar memperjuangkan calon masing-masing.

 

“Mari kita berpikir rasional dan hati dingin, kita tengok dampak Pilkada Jakarta, menimbulkan perpecahan bekepanjangan karena isu agama dijual untuk kepentingan kampanye. Jika fenomena itu terjadi di OKI tentu kita semua tidak menginginkan ada perpecahan di antara masyarakat hanya karena soal politik. Kami berharap semua masyarakat dan tim sukses mengakhiri bawa isu agama ke dalam proses Pilkada,”  tegas Abulaka yang juga Ketua Umum Jaringan Pemuda Nusantara.

Abulaka menutup pernyataan dengan menitipkan pesan dan harapan kepada semua tim sukses agar bersaing dengan fair agar terlihat berkualitas pilkada OKI 2018 nanti. Pesta demokrasi yang digelar hanya 5 tahun sekali itu bukan hanya proses pergantian pemimpin, tapi juga sebagai ajang pembelajaran politik bagi masyarakat OKI. Jika tim sukse tidak memberikan teladan politik yang baik lantas masyarakat akan belajar dari siapa. Perlu dipahami bahwa tim sukses selain mempunyai tugas memenangkan calon juga memiliki fungsi sebagai aktor yang memberikan pelajaran politik kepada masyarakat.

“Pilakada bukan hanya proses pergantian pemimpin, tapi juga media pembelajaran politik bagi masyarakat. Semua tim sukses jangan melupakan tugas Parpol yang tertuang dalam undang-undang, yaitu salah satunya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Bertarunglah secara sehat, biar terlihat berkualitas, ayolah semua tim sukses beradu visi misi dan program kerja agar masyarakat memilih karena kualitas bukan doktrin,” pungkas Abulaka penuh harap.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views