_

Korem 072/Pamungkas Rayakan HUT TNI ke 72 Dengan Kesenian Tradisional

HNCK8306-730x487

Waktoe.com - YOGYAKARTA, Dalam rangkaian HUT ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Korem 072/Pamungkas bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY menggelar Teater tradisonal Jawa yang sering disebut Kethoprak dengan lakon cerita “Ledhek Bariyem” pada Selasa (10/10) malam bertempat di halaman Makorem.

Danrem 072/Pamungkas dalam amanatnya yang dibacakan Kasiter Korem 072/Pamungkas Kolonel Arm Indro Respati yang sekaligus menjadi Ketua Penyelenggara acara tersebut mengatakan Indonesia mempunyai beragam jenis kebudayaan yang unik. Budaya merupakan suatu identitas bangsa yang harus dihormati, dijaga dan dilestarikan agar budaya tersebut tidak hilang. Dewasa ini banyak tradisi entah itu permainan atau tarian yang mulai hilang dari Indonesia. Disebabkan banyak generasi muda  tidak mau melestarikannya sehingga peluang untuk menjadi punah sangatlah besar.

"Seiring berjalannya waktu fungsi teater sebagai sarana hiburan semakin tergeser oleh berbagai sarana hiburan moderen lainnya, namun Korem 072/Pamungkas dalam rangka HUT TNI ke-72 mencoba mengemas cerita dan selalu memegang erat tradisi karena teater merupakan hasil dari budaya daerah yang sekarang ini telah menjadi budaya Indonesia yang patut dilestarikan," ujarnya.
 
Lebih lanjut Danrem 072/Pamungkas memberikan apresiasi setinggi- tingginya kepada pelatih dan pemain teater tradisional  atas  partisipasi dan kesuksesan acara ini, sehingga pagelaran teater tradisional seni budaya jawa ini dapat terlaksana. "Sekaligus hiburan menarik bagi masyarakat Yogyakarta khususnya yang bermukim di wilayah Korem 072/Pamungkas dan sekitarnya. Pagelaran pentas seni budaya jawa yang kita saksikan memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya jawa kepada generasi penerus bangsa," tambahnya.

Secara terpisah, Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Caj Syamsul Ma'arif menyampaikan banyak terimakasih kepada tamu undangan dan para penonton yang hadir dengan puas dan senang hati. "Inilah bukti kita sebagai masyarakat Jawa yang senantiasa ikut menjaga dan nguri-nguri budaya Jawa, kalau tidak kita sebagai Bangsa Indonesia yang berbudaya siapa lagi. Jangan sampai tarian dan budaya kita ditiru, dijiplak dan diakui oleh bangsa lain, untuk itu kita jaga warisan budaya leluhur kita. Mohon doa dan pangestunipun poro pinesepuh dan sederek sedoyo semoga event-event seperti ini akan kita kembangkan dan pentaskan dalam kegiatan yg berkelanjutan dalam pentas panggung atau pagelaran teater tradisional jawa yang lain," katanya.

Penulis CH DEWI RATIH KPS

Editor IBRAHIM OEMAR
views