_

Lima Kades di Tebo Diperiksa Kejaksaan

HNCK8306-730x487
Ilustrasi

 

TEBO - Kejaksaan Negeri Tebo terus mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi di Lampu Penerangan Jalan Umum di Dinas Pemerintah Masyarakatnya Desa. Lima dari enam Kepala Desa di Kabupaten tersebut hadir diperiksa petugas sebagai saksi, Selasa (22/05).

 

Kasi Intel Kejari Tebo Agus Sukandar menyebutkan, satu dari enam Kepada Desa berhalangan hadir diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut guna melengkapi dugaan Tindak Pidana Korupsi Lampu Penerangan Jalan untuk seluruh di wilayah tersebut tahun anggaran 2017 disinyalir mark up dari pengadaan lampu yang disediakan oleh Dinas tersebut.

 

Dalam kasus tersebuti pihaknya telah diturunkan untuk pengumpulan bahan dan bukti-bukti. Agus juga menegaskan, laporan masyarakat ini harus secepatnya ditindaklanjuti, mulai dari awal pengadaan, hingga harga barang yang diduga menyalahi aturan. 

 

Kemudian setiap desa harus memesan LPJU yang nilainya Rp 7 juta per unit. Untuk pembelian LPJU tersebut, dana yag digunakan adalah Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017.

 

Pihak desa juga tidak diberikan rincian soal spesifikasi lampu, yang harus mereka beli tersebut. Pihak perusahaan pengadaan lampu hanya menjelaskan bahwa biaya Rp 7 juta tersebut sudah termasuk biaya pemasangan dan perawatan hingga lampu menyala. Kejanggalanlain, Dinas PMD Tebo mengumpulkan dan mengundang seluruh kepala desa di Aula Kantor Bupati Tebo, tanpa penyebutkan maksud dan tujuan acara tersebut. 

 

Seorang Kades enggan disebutkan namanya mengatakan, Ia hanya menerima undangan dari Dinas PMD untuk menghadiri pertemuan di aula kantor Bupati, setelah semua berkumpul, lalu ada pihak perusahan menjelaskan soal program penerangan jalan desa dan untuk lampu yang sudah disiapkan.

 

"Kami harus menyetor Rp 7 juta per unit. Setiap desa diharuskan mengambil minimal lima unit lampu. Dari semua desa tersebut, pengambilan beragam," jelasnya.

 

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views