_

Lima Kecamatan Di Muaro Jambi Dapat Dana PISEW

HNCK8306-730x487

JAMBI - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kabupaten Muaro Jambi provinsi Jambi, Riduwan, mengatakan, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang berasal dari dana APBN sebesar 600 juta rupiah langsung ditransfer ke desa. Sengeti, 18/4/2018

"Disperkim hanya membantu mengkoordinasikan saja, jadi lewat satker Kementrian",  kata Riduwan.

Jumlah dana yang diterima desa sebesar  600 juta rupiah, untuk tahun  2018. Rata-rata program yang diusulkan seperti Sanitasi, Pamsimas, Infrastruktur untuk percepatan ekonomi wilayah dan lain sebagainya.

Lanjut Riduwan, tahun ini ada 5 kecamatan meliputi Kompe, Kompe Ulu, Mestong, Sungai Gelam, dan Taman Rajo, tetapi tidak semua desa di kecamatan tersebut tetapi hanya beberapa desa dalam satu kecamatan yang mendapatkan program.

"Semua yang menentukan dan prioritas desa dari  orang kementrian berdasarkan hasil survey".

Selanjutnya setelah itu baru dibentuk lembaga desa namanya BKAD (badan kerjasama antar daerah).

Untuk pelaksanaanya nanti kita koordinasikan dengan Satker propinsi sesuai petunjuk teknis dari kementrian PUPR No 02 tahun 2018 tentang Pedoman teknis padat karya.  Maka dalam pelaksanaan nanti ada  kegotongroyongan, tidak dilelangkan dan tidak ada rekanan. Disperkim akan membantu agar tidak  terjadi penyimpangan dan tepat sasaran. 

Melibatkan Perusahaan Untuk Bangun Rumah

Kepala Disperkim Muaro Jambi menjelaskan, Pemetaan kawasan kumuh sudah ada perbup,  tahun ini yang mendapatkan kucuran anggaran dari pusat untuk kawasan kumuh di kabupatrn Kerinci dan Kota Jambi.

Untuk dikabupaten Muaro Jambi, Lebih kepada penataan perumahan. Dari data yang kita dapatkan sekitar 18000 (delapan belas ribu) kekurangan rumah.

Salah satu langkah yang kita lakukan dalam penataan ini dengan program bedah rumah yang berupa  pembangunan baru untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Tahun  ini ada 300 rumah dengan anggaran 15 juta rupiah perrumah. Anggarannya juga dari pusat dan diterimakan langsung direkening penerima.

"Dana tersebut nanti oleh penerima untuk kebutuhan belanja barang/ material, pengerjaannya dengan padat karya/ gotong royong warga setempat"

Program ini tersebar dibeberapa kecamatan termasuk  Sungai Gelam dan Kumpe. 

Riduwan menekankan, " gagasan kami sebetulnya bagaimana perusahaan di Muaro Jambi ikut terlibat". Dengan kekurangan perumahan harapannya perusahaan bisa membangunkan rumah untuk karyawan. 

Dibuatkan rumah bagi karyawan dengan harga yang terjangkau baik ditambah yang disediakan atau tanah milik karyawan itu sendiri. Silahkan bisa dipotong gaji dengan minimal.

Upaya ini baru wacana, kita akan sampaikan saat ada pertemuan CSR (Coorporate Social Responsibility) yang akan diundang oleh Bupati, cetus Riduwan. Dengan begitu, membangun daerah bukan tugas pemerintah saja tapi juga masyarakat.

Kita masih mencari modelnya, target mencari data, dan kita sampaikan, dan nanti harapannya kita ada MOU dengan mereka. 

Kata Riduwan, minimal type rumah MBR, layak huni dinding permanen, ada kamar mandi, dapur dan tempat tidur.

Saat disinggung keberadaan Rusunawa, Ridwan menyampaikan, Kita ada arah pembangunan Rusunawa terutama di perguruan tinggi UNJA, Umbari, begitu juga di pondok pesantren  tetapi kenapa Rusunawa di UNJA tidak  terisi penuh, karena dulu program provinsi jad kita akan cari tahu dulu. Semuanya nanti kita godok di badan koordinasi perencanaan daerah bagian dari tata ruang daerah (BKPD -TRD), pungkasnya.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views