_

Mahasiswa Halau Angkutan Batubara

HNCK8306-730x487

JAMBI - Bagi masyarakat umum yang biasa menggunakan jalur lintas dalam aktivitasnya, tentulah tidak asing bagi mereka melihat iring-iringan truk batubara yang kadangkala membuat kemacetan panjang dijalur tersebut hingga berjam-jam lamanya. Bahkan bisa lebih lama lagi jika terjadi kemacetan atau kecelakaan.

Ratusan mahasiswa menghalau masuknya angkutan mobil batubara ke wilayah Kota Jambi, Senin malam, (01/10), hingga Selasa dini hari (02/10), Kemacetan panjang menyebabkan arus di persimpangan tiga Simpang Rimbo Kotabaru, dekat di wilayah perbatasan Kota Jambi arah ke Mendalo Kabupaten Muaro Jambi, dan sebaliknya terganggu.

Dampak sosial berupa kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan korban masyarakat luka-luka atau bahkan meninggal dunia. Terlepas dari faktor penyebab siapa yang salah dan menyebabkan terjadinya kecelakaan atau juga argumen bahwa kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada kendaraan apapun, namun berdasarkan data dan statistika, banyaknya operasional truk angkutan batubara di jalan umum meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas pada masyarakat yang dilalui truk angkutan batubara. Terkadang menyebabkan anarkisme dari masyarakat.

Aksi mahasiswa di Jambi itu sempat menjadi tontonan para penggunaan jalan umum menyaksikan secara langsung. Adu jotos antara mahasiswa dan masyarakat setempat terjadi, karena masyarakat menilai menganggu jalur lalu lintas yang menyebabkan kawasan itu lumpuh total beberapa jam. Petugas kepolisian menuju lokasi dan mengatur jalannya alur jalur lalu lintas kembali normal.

Menurut warga sekitar Sabki, pemicu penghalauan itu disebabkan karena salah seorang anggota organisasi HMI disenggol truk batubara seusai pulang kuliah di kampus Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

"Kawannya ditumbur oleh mobil batubara," ujarnya.

Selain itu, kegeraman mahasiswa berbuntut panjang mendatangi rumah dinas gubernur Jambi kawasan Pasar Kota Jambi karena peran pemerintah dinilai lamban menyelesaikan masalah batu bara. Setiap harinya selalu ada masyarakat yang menjadi korban.

"Kami akan lawan bagi siapapun yang membekingi angkutan batubara. Apabila pemerintah tak menanggapi maka Kami akan membawa masa lebih besar lagi sampai ke pusat. Kami mengecam aktivitas batubara di Provinsi Jambi," sorak seorang mahasiswa.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Jambi Usman Ermulan menilai, pemerintah tidak ada konsep lain selain untuk menghadapi situasi sekarang, Kepala daerah dan DPRD di Jambi harus membuat konsep terbaru demi menyelamatkan situasi saat ini.

Pemerintah terlalu memaksa angkutan batubara melewati jalur darat
sehingga kerja Pemda sia-sia untuk melawan masyarakat. Padahal, dengan batubara mampu meningkatkan pendapatan keuangan negara, jika batubara dilalui ke jalur sungai batanghari serta menciptakan lapangan kerja untuk kesejahteraan rakyat, dengan tetap mengedepankan wawasan lingkungan hidup.

Dampak negatif ditimbulkan angkutan batubara yang melintas di jalan umum yakni arus transportasi jalan menjadi sangat padat yang dalam setiap saat bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas mengganggu arus jalan umum dan menyebabkan bertambahnya waktu tempuh perjalanan. Bahkan kecelakaan yang terus meningkat karena angkutan batubara.

"Sudah sering saya bicarakan masalah batubara yang tak kunjung selesai ini namun pemerintah belum mendengarkan. Jelas masyarakat marah karena jalan mereka dilalui, Tidak ada jalan lain selain jalur sungai," tegas Mantan Staf Khusus Menteri/Kepala Bappenas RI itu, Selasa (02/10).

Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode ini menjelaskan, pertambangan batubara pada prinsipnya mempunyai tujuan yang baik untuk mendukung dan menumbuh kembangkan kemampuan sumber energi nasional agar lebih mampu bersaing ditingkat nasional, regional dan internasional, yang pada aktifitasnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara. Bahkan biaya yang akan dikeluarkan pemerintah yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut tentunya bukan jumlah yang sedikit, dan bahkan bisa melebihi pendapatan resmi yang diterima oleh Negara dari sector pertambangan batubara di Provinsi Jambi. Langkah paling tepat pemerintah saat ini memperjuangkan anggaran ke pusat untuk pengerukan alur sungai batanghari yang dangkal sekaligus meningkatnya ekspos serta memperbaiki meraca perdagangan negara yang terus defisit. Karena melalui aliran sungai mampu menampung 5 juta ton batubara dari pada jalur darat hanya 1,5 juta ton

"Neraca negara kita terus mengalami devisit, untuk itu ekspor harus ditingkatkan. Salah satunya batu bara yang bisa mencapai 5 juta ton," katanya

Bagi Usman, rusaknya infrastruktur jalan umum yang disebabkan karena seringnya truk angkutan batubara yang membawa beban melebihi kapasitas daya dukung jalan, yang dilakukan terus menerus. Beberapa ruas jalan harus segera mendapat perbaikan untuk kelancaran dan keselamatan. Begitu juga beberapa jembatan yang dilalui truk pengangkut batubara. 

Batubara juga dapat menyebabkan ekonomi biaya tinggi karena Kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan secara langsung menyebabkan pengiriman dan arus lalu lintas barang menjadi terhambat yang berdampak pada timbulnya biaya tambahan dalam aktifitas perekonomian masyarakat.

"Pemprov harus mengusulkan melalui aliran sungai. Karena dahulunya Jambi terkenal ekspor getah melalui sungai, kenapa batu bara ini pemerintah tak bisa," jelas Usman 

Tidak bisa dipungkiri, truk angkutan batubara menyebabkan konsumsi solar BBM subsidi melonjak tinggi, yang pada gilirannya mengambil jatah BBM subsdi bagi masyarakat umum, hingga menyebabkan antrian panjang dan kehabisan BBM subsidi. Harusnya, karena angkutan batubara merupakan bagian dari operasi produksi industri batubara, dan harga jual batubara mengikuti harga industri, dan tentunya yang namanya industri sudah seharusnya menggunakan BBM industri (non subsidi). Bisa dihitung jumlah kerugian negara akibat penggunaan BBM subsidi oleh truk angkutan batubara jika terdapat sekurang-kurangnya 5000 truk angkutan batubara yang rata-rata mengkonsumsi solar subsidi 100 liter per hari berarti kerugian yang ditanggung oleh negara rata-rata Milyaran setiap harinya. Belum lagi dampak antrian mengisi BBM di SPBU yang panjang antriannya bisa mencapai 1 KM. 

Dengan besarnya ekspor batubara maka daerah akan mendapatkan penambahan jumlah pendapatan menjadi 30 persen dari pendapatan. Uang beredar di daerah akan lebih banyak sehingga daya beli masyarakat akan meningkat serta sumbangan kepada devisa negara meningkat serta menekan defisit neraca perdagangan terhadap bagi hasil ke daerah meningkat dua kali lipat. 

"Sekarang daya beli menurun karena uang beredar jauh berkurang," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adi Putra mengakui, salah satu alternatif batubara memang melalui jalur sungai. Karena kontruksi jalan raya sudah tak mampu lagi di lewati oleh angkutan mobil batubara.

"Lagi pula angkutan batubara selalu konvoi sangat membahayakan walaupun di malam hari. Kita sedang berupaya untuk mengarahkan ke sungai karena itu lebih efektif, efisien dan lebih aman," ujarnya. (Dani)

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views