_

Manfaatkan Aliran Sungai Batanghari, Demi Jambi Yang Kita Cintai

HNCK8306-730x487

Oleh : Ramadhani

Pesatnya pertumbuhan dan pengembangan industri batubara pada sejumlah kabupaten di provinsi Jambi turut memicu kerusakan jalan karena sebagian besar diangkut menggunakan truk dengan volume barang melebihi daya beban jalan. Bahkan memicu korban jiwa.

Pertambangan batubara pada prinsipnya mempunyai tujuan yang baik untuk mendukung dan menumbuh kembangkan kemampuan sumber energi nasional agar lebih mampu bersaing ditingkat nasional, regional dan internasional, yang pada aktifitasnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara. Serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar besar kesejahteraan rakyat, dengan tetap mengedepankan wawasan lingkungan hidup.

Ada banyak dampak negatif ditimbulkan angkutan batubara yang melintas di jalan umum yakni arus transportasi jalan menjadi sangat padat yang dalam setiap saat bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tentunya sangat mengganggu arus jalan umum dan menyebabkan bertambahnya waktu tempuh perjalanan. Bagi masyarakat umum yang biasa menggunakan jalur lintas dalam aktivitasnya, tentulah tidak asing bagi mereka melihat iring-iringan truk batubara yang kadangkala membuat kemacetan panjang dijalur tersebut hingga berjam-jam lamanya. Bahkan bisa lebih lama lagi jika terjadi kemacetan atau kecelakaan.

Rusaknya infrastruktur jalan umum yang disebabkan karena seringnya truk angkutan batubara yang membawa beban melebihi kapasitas daya dukung jalan, yang dilakukan terus menerus. Beberapa ruas jalan harus segera mendapat perbaikan untuk kelancaran dan keselamatan. Begitu juga beberapa jembatan yang dilalui truk pengangkut batubara. 

Biaya yang akan dikeluarkan pemerintah yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut tentunya bukan jumlah yang sedikit, dan bahkan bisa melebihi pendapatan resmi yang diterima oleh Negara dari sector pertambangan batubara di Provinsi Jambi.

Menyebabkan ekonomi biaya tinggi karena Kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan secara langsung menyebabkan pengiriman dan arus lalu lintas barang menjadi terhambat yang berdampak pada timbulnya ekses biaya tambahan dalam aktifitas perekonomian masyarakat.

Dampak sosial berupa kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan korban masyarakat luka-luka atau bahkan meninggal dunia. Terlepas dari faktor penyebab siapa yang salah dan menyebabkan terjadinya kecelakaan atau juga argumen bahwa kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada kendaraan apapun, namun berdasarkan data dan statistika, banyaknya operasional truk angkutan batubara di jalan umum meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas pada masyarakat yang dilalui truk angkutan batubara. Terkadang menyebabkan anarkisme dari masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, truk angkutan batubara menyebabkan konsumsi solar BBM subsidi melonjak tinggi, yang pada gilirannya mengambil jatah BBM subsdi bagi masyarakat umum, hingga menyebabkan antrian panjang dan kehabisan BBM subsidi. Harusnya, karena angkutan batubara merupakan bagian dari operasi produksi industri batubara, dan harga jual batubara mengikuti harga industri, dan tentunya yang namanya industri sudah seharusnya menggunakan BBM industri (non subsidi). Bisa dihitung jumlah kerugian negara akibat penggunaan BBM subsidi oleh truk angkutan batubara jika terdapat sekurang-kurangnya 5000 truk angkutan batubara yang rata-rata mengkonsumsi solar subsidi 100 liter per hari berarti kerugian yang ditanggung oleh negara rata-rata Milyaran setiap harinya. Belum lagi dampak antrian mengisi BBM di SPBU yang panjang antriannya bisa mencapai 1 KM. 

Pertanyaannya, apakah hal ini harus terjadi terus menerus? siapa yang terkena dampak langsung operasional truk angkutan batubara dijalan umum? Tentunya masyarakat umum dan keuangan Negara yang dirugikan.

Provinsi Jambi dahulunya dikenal sebagai daerah ekspor melalui jalur sungai. Langkah tepat ini seharusnya segera Pemerintah jalankan memanfaatkan aliran sungai Batanghari sebagai jalur alternatif angkutan batubara. Dengan jalur sungai diharapkan mampu menampung 5 juta ton, dari pada angkutan umum hanya 1,5 juta ton.

Jambi dibelah oleh sungai Batanghari memiliki panjang 1.740 kilometer dengan lebar 650 meter-1.200 meter, mengalir melewati sejumlah kabupaten. Sungai ini juga memiliki anak sungai dengan lebar dan kedalaman yang layak dimanfaatkan untuk sarana transportasi hasil tambang tersebut.

Rakyat menaruh harapan 'tuntas' di era pemerintahan Jambi saat ini. Amin ya rabbal alami

Penulis Redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views