_

Mangove Gagal Ditanam, Lahan Kelapa Petani Jadi Musnah

Abrasi pantai ini mengancam daerah pesisir kecamatan Muara Sabak Timur. Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sekitar Seratusan Hektar kebun kelapa milik warga membusuk akibat abrasi pantai.

HNCK8306-730x487
ilustrasi: Abrasi pantai yang mengakibatkan perkebunan kelapa milik warga musnah

JAMBI - Titik Abrasi yang paling parah di desa Kota Harapan,desa Kuala Simbur dan desa Lambur kecamatan Muara Sabak Timur, kabupaten Tanjab Timur. Tanjabtim, 7/3/2018

Kepala desa Kuala Simbur mengatakan dampak abrasi ini, banyak kebun kelapa milik warga  membusuk dan tidak bisa dimanfaatkan. Pohon kelapa banyak bertumbangan, rusak bahkan mati dan membusuk.

Zulfaisal, Camat Muara Sabak Timur saat dihubungi via Handphone menjelaskan, Kita belum bisa menghitung luasan lahan yang rusak, termasuk kerugiannya. Karena ada lahan yang kosong dan lahan yang ditanami kelapa.

Terkait bantuan dana dari pemkab Tanjab Timur, tahun anggaran 2017, bukan dana hibah untuk penanaman mangrove, namun saat itu bupati meminta khusus daerah pesisir bisa diperuntukan menanam mangrove.

Ternyata ada kendala, soal kewenangan areal milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pemda, jadi saat ini baru dipetakan koordinatnya oleh Dinas LH dan BKSDA.

Kata Zulfaisal, "Akhirnya Dana yang diperuntukan mangrove tahun 2017 sebesar 50 juta Rupiah kita alihkan untuk pembangunan fisik

Agus Pranoto, Kabid P3KLH Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan, terhitung sekitar 100 hektar kebun kelapa sawit yang kena dampak abrasi.

Abrasi ini terjadi sepanjang dua kilometer dan ini merupakan ancaman yang serius.

"Saat ini ratusan Hektar lahan kelapa tercebur ke laut. Sehingga saat air surut pantai semakin luas.

Tambah Agus, "Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Timur telah menggelontorkan dana hibah untuk kelompok tani yang diperuntukan bagi penanaman mangrove".

Abrasi tentunya menjadi momok warga karena disamping kehilangan tempat tinggal juga kehilangan mata pencaharian, cetusnya.

Romi Haryanto, Bupati Tanjab Timur, menjelaskan, "Saya baru tahu mas, baru dapat laporan, jadi saat ini baru ditangani oleh BPBD, dan saya masih di Luar kota".

Sementara itu, kepala BKSDA propinsi Jambi, Farid, mengenai abrasi menjelaskan, belum kita lakukan pemetaan secara detail.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views