_

Masnah Busyro; BABS Di Sungai Sudah Tradisi Run Temurun

Merubah Jamban menjadi Dermaga Wisata yang memiliki daya tarik, itu solusi menghilangkan BABS

HNCK8306-730x487
bangunan jamban di desa Muara Jambi

JAMBI - Pemandangan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) disepanjang sungai Batanghari masih kita jumpai. Perilaku BABS yang terdapat di desa Muaro Jambi dan Kemingking Luar, cukup banyak. Masyarakat penghuni sepanjang bantaran sungai Batanghari ini masih melakukan BABS di Jamban yang dibuat diatas sungai. Hal ini merupakan tradisi run temurun.

Melihat hal tersebut, bupati Muaro Jambi Masnah Busyro kepada Kantor Berita Waktoe (4/9/2018) mengatakan, adanya Jamban (Bangunan dari papan sebagai penutup buang air besar diatas sungai) sudah menjadi kebiasaan masyarakat turun temurun.

Jadi untuk menyadarkan  masyarakat harus bekerja sama dengan para kepala desa, dinas kesehatan untuk  terus sosialisasi hidup sehat.

“Banyak desa yang sudah mulai membuat WC umum yang ada dibelakang ( lebih masuk kedalam lokasinya) namun dengan alasan jauh warga masih tetap menggunakan jamban di sungai sungai, termasuk sungai Batanghari”, jelas Masnah.

Kata Masnah, Pola pikir seperti itu harus kita beri pengertian, dan itu tidak lepas dari pemerintah dan kepala desa.

“Kita nanti akan instruksikan kepada camat dan kades, terhadap kebiasaan BABS, supaya masyarakat diberikan pengertian”, imbuhnya.

Ditambahkan, Pola edukasi dengan adanya tradisi BABS di Jamban dan juga bahkan untuk Mandi, Cuci juga dilokasi tersebut dengan mengatakan bahwa tradisi tersebut berdampak dan sangat banyak problem, mulai dari sisi kesehatan dengan berbagai penyakit, dan lainnya.

sementara itu Ketua Karang Taruna Desa Muara Jambi Ridho mengatakan, sudah seharusnya Jamban itu tidak ada lagi. Selain pencemaran  Mandi Cuci Kakus (MCK) disungai  menjadi pemandangan  nggak bagus dalam kawasan desa wisata.

"Solusinya hilangkan atau rubah menjadi menarik sehingga menjadi semacam dermaga wisata", kata Ridho

Ditambahkan, Kita pernah mendata ditahun 2017, ditempat kita saja (desa Muara Jambi) yang merupakan kawasan desa wisata dan keberadaan Candi Muara Jambi masih terdapat 73 Jamban. 

Diketahui kebiasaan BABS menyebabkan negara mendapatkan peringkat negara kotor, BABS sendiri berdampak terhadap pencemaran air karena mengandung bakteri e-coli dan airnya tidak dapat digunakan lagi, BABS juga bisa berimbas dalam makanan  yang kotor akibat lingkungan yang kotor dan hal tersebut berdampak terhadap kurangnya gizi dan berakibat terhadap terjadinya stunting (tumbuh pendek), hal lainnya adalah menjadi penyebab beberapa penyakit seperti diare dan kolera akibat virus yang disebarkan lalat yang hinggap dikotoran-kotoran yang dibuang sembarangan begitupun kematian bisa terjadi akibat daya tahan tubuh yang lemah bagi anak anak.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views