_

Masuk Jerat Tipikor, SB Hanya Terima Gaji Pokok

Per Agustus diajukan pemberhentian sementara terhadap SB dan hanya menerima gaji pokok.

HNCK8306-730x487

JAMBI - Kasus korupsi yang membelit salah satu anggota DPRD Muarojambi SB akan diajukan pemberhentian sementara dari jabatannya selaku anggota dewan. Sengeti, 23/7/2018
Seperti yang disampaikan Sekwan Dedi Susilo diruang kerjanya kepada Kantor Berita Waktoe (19/7), kasus SB sudah melalui penyelidikan dan penyidikan,  dalam hal ini yang lebih paham perkaranya tentunya kejaksaan. 
" SB baru akan diusulkan pemberhentian sementara dengan syarat ada putusan dari Tipikor karena sudah masuk ranah pidana", jelas Dedi.
Kata Dedi, persoalan Pergantian Antar Waktu (PAW), kita menunggu karena belum ada surat dari partai, atau secara hukum sudah  incrah, dan itu menjadi ranah partai.
" Jadi  per Agustus yang bersangkutan hanya menerima gaji pokok aja", jelasnya.

Pemberian gaji pokok ini sama seperti yang diterapkan terhadap Muh Jamaah yang juga terbelit kasus korupsi beberapa waktu yang lalu.

Saat disinggung dewan yang mangkir tidak mengikuti sidang, Dedi menjelaskan itu menjadi kewenangan Badan Kehormatan, akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, kenapa tidak hadir dan akan menyurati ke parpolnya.
"Selama ini belum ada yang mangkir berturut turut".
Terkait barang barang yang melekat seperti mobil dinas bagi anggota, sesuai dengan PP 18/ 2018, sudah tidak ada barang yang melekat terhadap anggota Dewan karena sudah diganti dengan uang, pungkas Dedi.
Diberitakan sebelumnya (03/7), Tiga tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dalam perkara pengadaan pakaian dinas DPRD tahun 2015, memasuki tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti.
Ketiga tersangka tersebut PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Z, pihak rekanan M dan Anggota DPRD SB, berdasarkan audit BPKP  kerugian negara mencapai 355 juta rupiah dari total anggaran 935 juta rupiah. Ketiganya dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views