_

Masyarakat Sebut Pilwako Jambi Banyak Kejanggalan

HNCK8306-730x487

JAMBI - Puluhan massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi melakukan aksi damai di depan Markas Polresta Jambi, Senin (02/07), menuntut Kepolisian mengungkapkan aktor dugaan kasus politik uang.

Dalam aksinya Kordinator Lapangan, Ardi Lippan menyebutkan, pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Jambi baru saja selesai. Namun hal tersebut, masih menyisakan beberapa polemik.

Mereka meminta agar Pilkada di Provinsi Jambi khususnya di Kota Jambi agar dapat di ulang. Pasalnya, pada Pilkada di Kota Jambi ditemukan banyak kejanggalan yang terjadi dilapangan. 

"Kami banyak menemukan kejanggalan, di Pemilihan Walikota Jambi, kami memiliki bukti-bukti," sebutnya.

Mereka juga menemukan dugaan Politik Uang pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jambi. Pihaknya juga mengapresiasi kinerja polisi berhasil mengamankan terduga pelaku, massa berharap polisi dapat mengungkap serta menangkap aktor intelektual politik uang tersebut.

"Kami kesini meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas permasalahan ini," katanya 

Massa mengharapkan aspirasi dan harapan rakyat dengan segala alat bukti dapat didengar dan diputuskan dengan sebagaimana mestinya. Apabila laporan tersebut tidak ditanggapi, masa akan melakukan kembali aksi dengan masa yang lebih banyak ke tingkat tertinggi.

Pantauan dilapangan, saat aksi perwakilan massa di minta untuk masuk ke dalam ruang rapat di Polresta Jambi dan langsung melakukan pertemuan yang juga dihadiri petugas Bawaslu Provinsi Jambi, Panwaslu Kota Jambi, dan beberapa pihak terkait. 

Sementara itu, Ketua Aksi, Naguib Alkaf menyebutkan, massa juga menyesalkan putusan Panwaslu terhadap dua pejabat Pemerintah Kota Jambi yang tidak terbukti melanggar atas dugaan ketidaknetralan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Jambi tahun 2018. Dua pejabat tersebut Kepala Dinas Perhubungan Saleh Ridho dan Kabag Humas Abu Bakar.

"Kita memiliki bukti baru dan akan kami bawa ke tingkatan tertinggi," tegasnya

 

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views