_

Merapi Luncurkan Abu Vulkanik, Warga Panik

Akibat kawah kubah Merapi Ambrol, terjadi letusan freatik yang mengakibatkan abu vulkanik terlihat membumbung tinggi

HNCK8306-730x487
Kondisi Gunung Merapi

JATENG - Abu vulkanik Gunung Merapi membumbung tinggi hingga mengakibatkan masyarakat lereng panik, baik mereka yang berada di wilayah Magelang, Boyolali, Klaten (Jawa Tengah) maupun mereka yang berada di lereng yang ikut di Sleman -Yogyakarta.
Dari BPBD Magelang menginformasikan, Hanya sekedar runtuhan kubah kawah, menimbulkan luncuran abu vulkanik , warga sempat panik, tetapi dari tim relawan merapi sudah bisa mengendalikan situasi, dan status tidak berbahaya.
Disampaikan, jenis letusan adalah Letusan Freatik Gunung Merapi, "Kami himbau masyarakat tetap tenang, Jauhi radius 3km dari puncak Merapi".
Sementara itu, Sukiman warga Sidorejo, kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang rumahnya dilereng Merapi sebelah timur tenggara menyampaikan, kejadian letusan sekitar pukul 07.30 WIB, masyarakat memang panik, namun sudah bisa dikendalikan, warga masih menunggu informasi lebih lanjut dan mengamati langsung perkembangan kondisi Merapi.
Sebelumnya aktivitas normal, tidak menunjukkan kejadian apapun , namun sekitar
07.30, Diawali dengan suara gemuruh kecil, dirasakan getaran di seputar Pos PGM Babadan dengan durasi selama 10 menit. Sedangkan dari Pos Jrakah 
Dari sisih utara tinggi asap 5.500 meter warna abu abu pada jam 07.40.durasi 5.menit, dan dari Pos Selo juga demikian.
Pemilik radio Lintas Merapi ini menambahkan, beberapa hari ini asap Merapi tidak teramati, walaupun  ada cuma tipis saja. Mulai pagi hari tadi asap teramati tebal tekanan masih lemah, akan tetapi kekuatan asap berlanjut bertekanan sedang hingga kuat dan dilanjutkan erupsi. Dari lereng Utara ketinggian erupsi sekitar 5000-6000 m disertai suara menggelegar/dentuman. Erupsi sekitar 5-8.
Begitu juga yang disampaikan Gunawan warga desa Bandungan Jatinom, kejadian letusan merapi pagi tadi cukup membikin panik warga, lantaran pemukiman warga disini cukup dekat dengan puncak merapi.

Penulis Eksan Hartanto

Editor Abdulah Ihsan
views