_

Miliki Akte Jual Beli, Zulkipli Minta Lapangan Desa

HNCK8306-730x487

MUARO JAMBI - Soal sengekta tanah kembali mencuat ke publik, kali ini lapangan sepak bola yang selama diyakini oleh masyarakat milik umum sebagai aset desa Simpang Duren kecamatan Jaluko di klaim milik Zulkipli (54) yang juga sebagai warga Simpang Duren RT 02.

Zulkipli diketahui melakukan gugatan secara perdata di pengadilan negeri Sengeti dan sudah melampaui Delapan (8) kali persidangan. Tidak hanya kali ini saja gugatan itu dilakukan namun sebelumnya juga melakukan gugatan terhadap tanah SMPN 1 Simpang Duren dan Masjid  yang kedua lokasi tersebut masih jadi satu dengan lapangan bola, namun Zulkipli selalu menelan kekalahan.

Gugatan yang ketiganya adalah lapangan sepak bola, melihat hal itu masyarakat marah dan melakukan aksi demo di Pengadilan Negeri Sengeti. Muaro Jambi, 14/2/2018.

Masyarakat Simpang Duren meneriakan tuntutannya di depan Kantor PN Sengeti, meminta agar Hakim bisa mengusut tuntas dan memberikan rasa keadilan, karena masyarakat menganggap ini penuh rekayasa. 

Seperti yang disampaikan koordinator aksi, Kurniawan, masyarakat Simpang Duren merasa dikibuli, karena ditahun 2003 Zulkipli pernah membuat pernyataan yang isinya menyatakan tanah milik tersebut milik pemerintah desa dan tidak akan menuntut, namun belakangan secara sepihak mencabut pernyataanya setelah para saksi meninggal dunia semuanya.

Kurniawan bersama warga menuntut agar PN melihat dengan jeli dan berharap aset desa Simpang Duren dapat dipertahankan.

"Kembalikan lapangan desa kami." Teriakan teriakan warga disela sela orasi. 

Lanjut Kurniawan, ini ada pihak pihak lain, karena ada pembeli dari pihak asing.

Pihak kepolisian polres Muaro Jambi dipimpin langsung Kabag Ops Sopirin dengan kekuatan sekitar 80 personil berjaga jaga, mengamankan jalannya aksi.

Aksi semakin memanas disaat Ketua PN diharapkan keluar tidak segera keluar, namun setelah dilakukan negosiasi akhirnya perwakilan warga pendemo lima (5) orang didampingi dari pihak kepolisian 5 personil melakukan audiensi dengan ketua PN Sengeti.

Audiensi diterima langsung oleh Ketua PN Sengeti. Nopendi perwakilan Warga Simpang Duren menambahkan lapangan ini aset desa, aset negara, Pihak PN untuk memutuskan dengan benar, dan mengusut keaslian akte jual beli yang dilakukan di tahun 1960.

Sedangkan Sekdes Muh Pramono Nasution yang juga ikut melakukan aksi mengatakan " saya selalu mengikuti sidang", bahwa fakta dilapangan sejak dulu lapangan ini dipakai masyarakat untuk main bola, upacara, latihan manasik haji dan kegiatan lainnya, mereka ijin ke pemdes tidak ijin ke Zulkipli termasuk yang membersihkan pihak desa . Diakui sekdes belum pernah melihat dokumen asli jual beli, jadi menganggap ini penuh rekayasa, seperti luas lahan, terjadi perbedaan nama saksi saat jual beli, ini pun terungkap dalam fakta persidangan atas kesaksian anak saksi, Keterangan luas, Nama saksi yg berbeda saat diusut.

Ketua PN, Sengeti,  Edi Subagyo menerima dan menampung aspirasi tersebut, dan akan dipertimbangkan, dan disampaikan terhadap hakim yang menangani.

"Dalam perkara perdata, siapapun boleh menuntut haknya,  sepanjang ada bukti dan dasar".

Perkara Sudah berjalan, desa diwakili pihak Kejaksaan Negeri mewakili pemdes, maka jika ada bukti baru dipersilahkan untuk menyampaikan kepada Jaksa, diluar itu tidak bisa dipertimbangkan. Pembuktian melalui proses persidangan. Hari ini dilakukan persidangan, dan terbuka untuk umum, silahkan jika ingin mengikuti, kata Edi.

Selesai audiensi, warga melakukan  longmarch ke kantor DPRD Muaro Jambi sambil terus meneriakan yel yel. 

Sementara itu, pihak Zulkipli maupun Penasehat Hukumnya belum nampak di kantor Pengadilan Negeri, meskipun agenda sidang sudah akan dimulai.

lihat vido: 

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views