_

Minat Literasi Warga, Maskur: Perlu Gedung Peepustakaan Yang Representatif

HNCK8306-730x487
Kabid Perpustakaan Maskur

JAMBI – Menumbuhkan Literasi bagi masyarakat kabupaten Muaro Jambi belum didukung keberadaan perpustakaan yang memadai. Pengaturan gedung perpustakaan yang ada dianggap tidak representatif. Sengeti, 10/9/2018.
 Kabid perpustakaan, Maskur,beberapa waktu yang lalu kepada kantor berita waktu,  mengatakan ada buku yang tidak bisa dibongkar karena tempat gak cukup, jadi kita masih biarkan ada di bok bok.
Lebih lanjut Maskur mengatakan, Kita terus lakukan sosialisasi kepada pemerintah desa, Kegiatan sosialisasi perpustakaan, dan  minat baca di lakukan diseluruh kecamatan di Tahun 2018. Namun Baru satu kecamatan, yang baru bisa kita lakukan  akibat pelantikan kepala dinas kemarin jadi anggaran terlambat.
Waktu sosialisasi yang  dihadirkan kepala desa. Kemarin di kecamatan sekernan. Dari sosialisasi harapannya desa terbentuk perpustakaan desa dan targetnya  minat baca Masyarakat tumbuh. Tapi yang datang perwakilan desa, seperti kaur (Kepala Urusan), dengan begitu kami khawatir perpustakaan desa belum menjadi skala prioritas.
Padahal Anggaran desa  dari DD dan ADD bisa dipergunakan. Selanjutnya kita bisa lakukan Pembinaan bagaimana cara menata dan membangun perpustakaan yang baik.
“Tidak perlu tempat tersendiri namun bisa memanfaatkan ruang kosong seperti posyandu tempat yang kosong bisa dipakai”, imbuhnya.
Kita memang belum ada bantuan buku ke perpustakaan desa, jika dihitung sebetulnya sudah ada  perpustakaan desa   kurang lebih 60 desa dari 155 desa/ kelurahan, namun belum semuanya ada surat keputusan kepala desa. Jadi baru ada beberapa yang resmi ada Surat Keputusan kades.
Saat disinggung masyarakat yang datang ke perpustakaan kabupaten, Maskur menjelaskan bahwa Pengunjung ke perpustakaan kabupaten ini tidak setiap hari ada, kadang ada kadang sepi gak ada pengunjung.
“Kita sinergi dengan Polres  dalam program ngajak Baco kita lakukan, personil bagian Humas sering pinjam buku, ke perpustakaan”.
Kita persilahkan masyarakat umum pinjam di hari kerja, dengan surat pinjam dan hanya dengan KTP, pinjaman buku masih dibebaskan sesuai kebutuhan dia. Kata Maskur sambil mengecek buku buku di etalase.
Perpustakaan terpisah dengan Kominfo baru di Januari 2017, bentuk kantor memang tidak sesuai dengan peruntukan masih banyak kekurangan, seperti ruang display, buku bisa aja minta bantu dengan provinsi dan pusat namun tempat display yang masih kurang. Untuk ruang baca juga belum memadai. Kategori masih lembab. Pengamanan dari rayap dengan hanya dengan kapur Barus, baik itu buku perpustakaan maupun arsip.
Yang  sering memanfaatkan masih siswa Taman Kanak Kanak dengan melakukan kunjungan, untuk institusi atau sekolah yang lain belum ada.
Ada juga perpustakaan keliling, keliling difokuskan ke sekolah sekolah, setiap Selasa Rabu kamis, target ke depan.
Gedung perpustakaan perlu perbaikan dan lokasi kantor yang strategis dan banyak yang minat untuk datang.

Literasi Bersama Polres Muaro Jambi.


“Ngajak Baco" jadi sarana komunikasi jejaring kepolisian Polres Muaro Jambi dengan warga, termasuk komunikasi Kamtibmas.
Slogan siap melayani menjadi inspirasi jajaran Polres Muaro Jambi, tidak hanya di soal penegakan hukum, pelayanan publik seperti pengurusan SIM, SKCK, dan pelayanan terhadap masyarakat yang lainnya, namun juga Jajaran kepolisian di bumi Sailun Salimbae ini juga  mengajak masyarakat untuk melek ilmu pengetahuan dengan mengajak baca buku agar mampu menambah wawasan dan melek pengetahuan.
Polres Muaro Jambi beberapa bulan yang lalu, memiliki program Ngajak Baco. Keberadaan motor dinas yang dipakai Babinkantibmas yang memiliki bok kanan dan kiri difungsikan untuk membawa buku buku referensi. Meskipun tak lebih dari 20 jenis buku yang mampu dibawa dalam bok motor, namun itu sangat membantu masyarakat.
Seperti dijelaskan AKP Dastu, Kasat Intelkam Polres Muaro Jambi,  perpustakaan keliling, jangkauannya sampai di pelosok kampung sesuai wilayah kerja babinkamtibmas, Ngajak Baco ini gagasan dari Kapolres yang dulu dan sampai sekarang masih terus dijalankan yang dilatarbelakangi karena hampir sebagian anak anak jarak tempuh sekolah cukup jauh, dengan kondisi jalan yang rusak kadang jika hujan mereka sudah tidak berangkat sekolah, karena mereka tidak bisa berangkat sendiri dan harus diantar orangtuanya dengan motor, kalau hujan jalan sulit untuk dilalui, begitu juga masyarakat lain terutama orang tua yang rata rata petani mereka sangat butuh pengetahuan di bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan budidaya yang lainnya
"Kita hadir disaat libur sekolah".
Dengan perpustakaan keliling dari kepolisian ini masyarakat sangat senang responnya baik dan komunikasi petugas dengan masyarakatpun jadi lancar. 
Lanjut Dastu, semisal di daerah Sekernan disana banyak lahan padi, maka buku buku pedoman budidaya padi selalu diminati warga masyarakat. Launching Ngajak Baco dulu langsung oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Dedy Kusuma S, SIK, MSi. Bahkan kini juga ada anggota lalulintas yang juga melakukan hal yang sama dengan membawa buku buku ya, seperti perpustakaan keliling, namun sasarannya di pojok persimpangan, biasanya tempat mangkal tukang ojek.
Disinggung asalnya modal buku, Dastu menjelaskan, bahwa buku buku berasal dari swadaya internal personil polres Muaro Jambi. Selama ini belum pernah ada bantuan buku dari eksternal termasuk dari perpustakaan Pemda Muaro Jambi.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views