_

Muaro Jambi Tercatat 50,6 Persen Balita Stunting

HNCK8306-730x487
masnah busro bupati Muaro Jambi

JAMBI – Pentingnya  gizi bagi pertumbuhan bayi perlu di perhatikan karena kabupaten Muaro Jambi bisa dikatakan angka Stunting nya masih tinggi. Sengeti, 04/07/2018.

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan kabupaten Muaro Jambi Zaenal Abidin melalui Sekdis Yesisman, Langkah atau intervensi yang kita lakukan ada dua, intervensi spesifik yang dimulai dari remaja, bagaimana  kesehatan remaja terjamin, sampai ibu hamil dan melahirkan, intervensi kedua adalah intervensi sensitif yang meliputi kesehatan pangan, Sanitasi dan Air bersih.

“Intervensi spesifik ini nilai kontribusi untuk memperbaiki gizi hanya 30 persen”, jelas Yesisman.

Kata Yesisman, memperbaiki Stunting yang lebih dominan dari intervensi sensitif, bagaimana menyediakan  akses air bersih, sanitasi, dan kesehatan pangan.

Padahal, Akses air bersih di Muaro Jambi baru 65 persen, dan sanitasinya lebih parah, BABS (Buang Air Besar Sembarangan) masih sembarangan dan sampah belum terkelola dengan baik, jelasnya.

Dari data Rescah Kesehatan Dasar Nasional, Balita pendek dan sangat pendek kabupaten Muaro Jambi mencapai 50,06 persen, ini angka yang cukup mengkhawatirkan.

Kata Yesisman, Dinas Kesehatan dalam menangani Stunting ini, lebih ke intervensi gizi yang dominan namun yang sensitif kita perhatikan juga.

“Spesifik kesehatan remaja terkait dengan reproduksi , konseling remaja, sasaran di sekolah, kesehatan ibu hamil melalui Aincante Natal Care, yang melaksanakan bidan, disitu ada 10 standar yang harus diperiksa bidan, misalnya, dari HB darah, jika kurang maka ada bantuan tablet tambah darah dari Kemenkes.

Disektor Persalinan oleh ditekankan dilakukan tenaga kesehatan di fasilitas sarana kehatan, namun sebagian Masyarakat meminta masih dilayani dirumah, inilah rawan infeksi. Setelah itu ibu menyusui bagaimana ASI banyak, ada tambahan tablet untuk ibu menyusui.

Bagi Balita, Asi eksklusife harus diberikan  selama 6 bulan, sementara bagi pekerja atau pegawai harus memiliki pojok laktasi atau Bank susu yang bisa dikirim untuk diberikan kepada anaknya.

Tidak Ada Regulasi Tentang Pemberian ASI Eksklusife.

Rekomendasi pemberian ASI Eksklusife selama 6 bulan sejak melahirkan, belum diikuti Regulasi berupa Peraturan Bupati. Seperti yang terjadi di kabupaten Muaro Jambi yang berakibat banyak Balita saat ditinggal kerja Ibunya tidak mendapatkan ASI dan cenderung digantikan dengan susu instan.

Seperti yang disampaikan Sekdis Kesehatan, Yesisman, memang belum ada Perbud tentang ASI Eksklusife, padahal sudah kita ajukan ke Bupati sejak 2016.

Hal ini berimbas, belum adanya pojok Laktasi di kantor – kantor terutama di tempat pelayanan publik. Tetapi baru ada rumah sakit, Puskesmas saja, padahal ini termasuk Hak Asasi.

“Kita tidak berani melakukan tekanan ke perusahaan, dan harus  dilakukan lintas sektoral, kami dihambat Perbup soal pojok ASI yang belum ada”, keluh Yesisman

Munculnya Gizi Kurang dan  Gizi Buruk menjadi perhatian Dinas Kesehatan, Prioritas penanggulangannya mulai dari oenyisiran  yang terindikasi gisi kurang kalau gisi kurang, kalau tidak ketemu  maka akan muncul gizi buruk, maka kita berikan dengan (PMT) pemberian makanan tambahan selama 30 hari.

“Posyandu merupakan garda terdepan, dalam pantauan Balita karena saat pemeriksaan rutin di Posyandu ada catatannya”.

Lanjut Yesisman, Kalau ditemukan gizi buruk intervensinya 90 hari.

Berdasarkan data yang kita miliki masih ada Gisi buruk,  tapi bukan dari perilaku makanan tapi dari penyakit, maka kasus gizi buruk disertai penyakit yang sering terjadi.

Tercatat di kabupaten Muaro Jambi, data Januari hingga Desember   2017 ada 32 kasus,  13 kasus diantaranya gisi buruk dengan indikasi penyakit antara lain Epilepsi, , TBC, Jantung bocor, Pneumonia, dari itu yang dominan jenis penyakit TBC. Sisanya 19 kasus gizi balita tanpa indikasi.

“ Yang tanpa indikasi sudah diintervensi 10 menjadi normal dan 9 masih kurus”, terangnya.

Disampaikan, penyebaran kasus Gizi Buruk tersebar dibeberapa kecamatan mulai dari Sungai Gelam, Bahar Selatan, Mestong, Tempinong, dan Kumpe Ulu.

“Kita juga harus melaporkan kepada Kemenkumham terkait pelayanan ASI Eksklusif/pojok ASI per 3 bulan”, pungkasnya.

Sementara itu saat ditanyakan terkait regulasi tentang ASI Ekslusif, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro saat acara Korsupgah KPK RI di gedung Pola  menyatakan, akan mengecek tentang regulasi tersebut.

"Nanti kita cek terkait regulasi ASI Ekslusif ya", cetusnya.

Dilain pihak Fathruri, Ketua komisi A DPRD Muaro Jambi  menjelaskan akan memanggil Dinas Kesehatan dan menanyakan tentang regulasi ASI Ekslusif, Jika memang belum, karena itu perintah Undang-Undang kita akan bawa dalam sidang, agar secepatnya regulasinya segera diterbitkan.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views