_

Muhammadiyah Mengecam Keras Peristiwa Bom di Surabaya

HNCK8306-730x487

Waktoe.com-YOGYAKARTA, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Ketua Umumnya, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si menegaskan pihaknya mengecam keras peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi kemarin, Minggu 13 Mei 2018. Dia juga berharap peristiwa itu tidak mengganggu hubungan antar umat beragama.

"Muhammadiyah menegaskan kembali mengecam keras peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo, diiringi duka cita serta bersimpati kepada koraban yang tak bersalah akibat perbuatan biadab tersebut," ujarnya, Senin (14/05) saat jumpa wartawan di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro No 23, Yogyakarta.

Haedar juga mengatakan teror bom di tiga gereja itu jangan memunculkan pandangan mewakili umat beragama yang berbeda. "Diharapkan agar peristiwa tersebut tidak mengganggu hubungan antar umat beragama yang selama inu telah berjalan baik dan harmoni," katanya.

Tindakan teror, kekerasan, dan anarki, terlebih hingga memakan korban jiwa, dan menciptakan ketakutan kolektif, lanjut Haedar Nashir atas nama apapun, dilakukan oleh siapapun, dan bertujuan apapun merupakan perbuatan dhalim dan fasad fil-ardl atau pengerusakan di muka bumi yang tidak dibenarkan oleh Agama, hukum, dan moralitas publik.

"Kepada kepolisian dan pemerintah agar mengusut kasus tragis tersebut secara tuntas, objektif, dan transparan disertai langkah pemecahan kedepan yang semakin komprehensif antara pencegahan dan penindakan secara seksama agar tidak terulang terjadi," tegasnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan jernih, sertq tidak mengembangkan berbagai asumsi negatif yang memberi ruang pada saling curiga dan sentimen sosial yang bermuara pada terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Para tokoh dan elit bangsa hendaknya memberikan teladan kenegarawanan yang mengutamakan kepentingan umat dan bangsa diatas kepentingan diri dan golongan. Kedepankan sikap tulus dan penghidmatan tinggi dalam membimbing rakyat agar menjadi warga negara yang hidup rukub, damai, toleran, sabar, dan saling mencintai dalam persaudaraan dan kemajemukan menuju kehidupan yang berkemajuan dan berkeadaban utama," pungkas Haedar Nashir.

Penulis Dewi Ratih | ch.dewiratih@gmail.com

Editor CH DEWI RATIH KPS
views