_

Muslihat Debt Collector, Sudaryatmi Kehilangan Motor

HNCK8306-730x487

Peran Ganda Debt collector adalah konsultan untuk menjembatani segala kesulitan yang dialami oleh nasabah dengan perusahaan pembiayaan, mencari jalan terbaik sehingga tidak ada yang dirugikan dari semua aktivitas yang terjadi, tidak di perbolehkan meneror, merampas dan perlakukan kasar terhadap nasabah.

Perlakuan tidak menyenangkan dialami oleh seorang nasabah PT. Sinar Mas Multifinance bernama Sudaryatmi (52) asal dari desa Karangasem, kecamatan Cawas, kabupaten Klaten,  ketika hendak mengklarifikasi tunggakan angsuran atas pinjaman yang Ia terima, pasalnya satu unit sepeda motor miliknya dibawa oleh oknum Debt Collector (DC) dengan dalih berupa penitipan sementara sampai Sudaryatmi membayar sejumlah tunggakan angsuran yang belum terbayar. Tetapi kenyataanya Sudaryatmi dibuat kecewa setelah mengetahui Ia harus membayar total keseluruhan angsuran beserta denda yang harus dibayar jika harus membawa pulang sepeda motor miliknya.

Sudaryatmi menggadai sebuah BPKB masuk tanggal 7/1/17 sebesar empat juta rupiah dan masa pengembalian selama 18 bulan dengan angsuran sebesar Rp. 358.000 per bulanya. Dalam perjalananya Sudaryatmi telah mengangsur sebanyak enam kali dan telat dua kali angsuran. Hal itulah yang menyebabkan sepeda motor miliknya dibawa oleh petugas DC dengan dalih penitipan, dengan komitmen setelah Sudaryatmi mampu mengembalikan tunggakan angsuran dua bulan sepeda motor bisa kembali.

"Saya percaya saja sama W mas, ketika saya disuruh tanda tangan katanya motornya hanya dititipkan sampai saya bisa membayar tunggakan angsuran dua bulan itu, saya diyakinkan kalau motornya hanya dititipkan lo mas bukan ditarik, makanya saya terus berusaha nyari uang, setelah dapat saya datang ke Sinar Mas, saya kaget disodori surat keterangan yang isinya harus melunasi semuanya, katanya si wawan itu hanya titip tapi kok ternyata ditarik, berarti wawan itu sudah nipu saya", Ungkap Sudaryatmi dengan nada kecewa.

Lebih lanjut Sudaryatmi berusaha menemui oknum Debt Collector (DC) Kantor Cabang PT. Sinar Mas Multifinance Jl.Rajawali No. 113 Tegal Blateran Klaten, namun bukanya sikap santun yang diterima melainkan sikap arogan  jauh dari sikap profesional tanpa memberikan solusi selain harus membayar semua tagihan sebelum jatuh tempo. Terlebih sang oknum DC tersebut enggan untuk dikonfrontir keteranganya dengan atasan dalam hal ini Kepala Koordinator Debt Collektor setempat.

"Bahasanya penitipan lo, kalau penarikan itu nasabah orang external, apalagi njenengan tapak asmo. kemarin korwilnya kesini, itu kan dari atasan saya, terus saya nggak tahu, tahu-tahu di inventori, kalau itu kan kebijakan dari kantor kita juga nggak tahu, yang jelas ada pelunasan motor keluar", tegas W sang DC dengan nada ketus terkesan marah seraya keluar meninggalkan tempat.

Terpisah di tempat yang sama Koordinator DC, Hendri menerangkan W enggan untuk berkoordinasi denganya terkait penarikan motor Sudaryatmi.  "Wawan terkesan tidak mau koordinasi dengan saya meskipun saya sudah ngomong  ini urusane bagaimana, dijawab itu kan laporane tarik pak. kalau saya kondisi di lapangan tidak tahu, intine kalau ibu sudah tanda tangan artinya sudah input kita nggak bisa bantu", Terang Hendri.

Sebelum perusahaan pembiayaan memiliki kewajiban untuk mendaftarkan jaminan fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dan memiliki tenggat waktu 30 hari kalender sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen. Apabila belum didaftarkan maka perusahaan pembiayaan dilarang untuk melakukan penarikan benda jaminan fidusia sampai dengan sertifikat jaminan fidusia dikeluarkan, sesuai dengan  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 Tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan Yang Melakukan Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Dengan Pembebanan Jaminan Fidusia.

Maka jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan Anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4junto Pasal 335. Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri.

sementara menanggapi kejadian tersebut pengacara Gunawan Raharjo, SH,  ketika di temui, Kamis (20/07) mengatakan, 
"itu masuk pidana penipuan dan penggelapan". 
Pidananya , si DC mengatakan bahwa motor hanya untuk jaminan. penitipan, jadi dia kan bawa motor, kemudian dia menjanjikan  kalau bisa ngansur tunggakan yang dua kali itu motor akan dikembalikan, otomatis si korban itu berusaha nyari untuk menutup tunggakanya, namun ternyata setelah mau dibayar di Sinar Mas muncul tagihan harus membayar sejumlah itu sesuai yang tertulis disurat itulah penipuan kena pasal 378 KUHAP. Penggelapanya ya itu si DC bawa motor nggak dikembalikan masuk pasal 372 KUHAP, pungkasnya.

Penulis Yoyok Tri

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views