_

Panwas Dalami Dugaan Politik Uang Paslon Urut Dua

HNCK8306-730x487
Bukti laporan dugaan politik uang diterima Panwaslu

JAMBI - Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi menerima laporan Syawal Indra Saman terkait adanya dugaan politik uang yang diduga dilakukan oleh seseorang untuk kepentingan pasangan Calon Walikota Jambi nomor urut dua. Kejadian tersebut terjadi di kecamatan Jambi Timur, Senin siang (18/06).

Sehari setelah laporan, Syawal langsung dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak Panwaslu dari Divisi Hukum dan Penindak Pelanggaran di kantor Sekretariat Panwaslu di Jalan Asparagus Kelurahan Beliung, Alam Barajo. Selain dirinya, ada enam orang lainnya ikut diperiksa sebagai saksi. 

"Saksinya itu orang yang sudah menerima dan akan menerima," ujar Syawal kepada wartawan, Selasa (19/06).

Syawal menjelaskan, dugaan pelanggaran politik uang tersebut diamankan olehnya dan masyarakat setelah dilakukannya bagi-bagi uang sebesar Rp 100 ribu perorang di salah satu rumah di kawasan tersebut.

Saat itu, si pemberi dan penerima sedang berkumpul di rumah tersebut. Lalu, Syawal dan warga mencurigai hal itu kemudian mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan melaporkan kepada pihak Panwaslu. Uang tersebut didapatkan dari tangan penerima inisial A. Ia juga meyakini selain dari A, ada dalang dibalik tersebut.

"Diamankan saat bagi-bagi uang sekitar 25 RT sebesar Rp 100 ribu perorang untuk memilih Paslon nomor urut dua Fasha -Maulana" kata Syawal.

Dalam laporan tersebut, Syawal mengharapkan Panwaslu Kota Jambi bekerja secara profesional serta menaati undang-undang yang berlaku.

"Negara kita adalah negara hukum," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Jambi, Ari Juniarman membenarkan telah menerima laporan tersebut dengan nomor 05/LP/PW/Kota/05.01/VI/2018. 

Apabila nantinya ditemukan bukti dan keterangan jelas dari hasil pemeriksaan maka pihaknya akan meningkatkan status laporan tersebut hingga kepada pihak pengadilan.

"Hari ini mulai kami bahas dengan tim sentra Gakkumdu Kota Jambi untuk menentukan pasal dan mempelajari alat bukti dan saksi," ujarnya.

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views