_

Panwaslu Proses Video ASN Dishub Dukung Paslon

HNCK8306-730x487

JAMBI - Beredar di media sosial sebuah video petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi diduga terlibat politik praktis demi kepentingan pasangan calon Walikota Jambi. Video tersebut resmi dilaporkan oleh seorang masyarakat Kota Jambi ke Kantor Pengawas Pemilu Kota Jambi, Kamis (21/06).

Laporan tersebut telah diterima oleh pihak Sentra Penegakan Hukum Terpadu di Sekretariat Panwaslu. Pelapor atas nama Febri Timor yang juga aktivis 98.

"Sudah ada laporan dan di proses," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi, Ari Juniarman, Kamis (21/06/2018).

Seperti diketahui sebelumnya, dalam video berdurasi 02 menit 06 detik tersebut, terlihat puluhan petugas sedang melakukan apel di salah satu lapangan terbuka di sebuah tempat bongkar muat barang di kota Jambi. 

Setiap petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi akan diberikan Sembako, asalkan turut mensukseskan pemilihan Walikota Jambi pada Rabu 27 Juni 2018.

Pimpinan apel itu diduga Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho. Video tersebut diambil saat bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri.

Suara didalam video itu, terdengar percakapan antara pimpinan kepada puluhan petugas. 180 petugas Dishub yang belum mendapatkan sembako dan akan diberikan kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Jambi menjelang hari raya idul Fitri. Bantuan sembako tersebut langsung dari Walikota Jambi non aktif.

"Bapak Walikota kito bapak Fasha lagi  cuti melalui programnya Insya Allah besok akan diberikan sembako, diberikan kepada kawan-kawan yang kemarin belum dapat. Sekitar 180 orang," sebut  suara didalam video tersebut.

Bantuan sembako itu, disebutkannya, merupakan perhatian dari Walikota non aktif kepada petugas Dinas Perhubungan.

"Ini dari pak Walikota, perhatian dari bapak Syarif Fasha yaitu Sembako. Sayo minta kepada rekan-rekan sekalian. Saat lebaran ngumpul dengan keluarga besar, Sayo minta tolong, bantu sayo bersamo mensukseskan tanggal 27. Kamu pahamlah-kan," katanya lagi 

"Kalau bendo tu dak sukses ntah ketemu Sayo ndak lagi, lain bosnyo lain pula kebijakannyo. Kalau kamu nak samo-samo bantu Sayo, kito samo-samo sukseskan, ajak keluargonyo," tambahnya.

Diakhir video tersebut dikatakan pula. 

"Sayo jujur dipertengahan bulan ramadhan ini memikirkan kamu ini lah, macam mano cari akal Sayo tu. Alhamdulillah komunikasi dengan bapak Sekda dengan bapak pimpinan, biso kito berbuat. Kalau dibandingkan dengan TKK yang lain, kalau kamu punyo kawan biso tanyolah. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan sekalian, sampaikan salam buat keluargo. Yang penting tadi tanggal 27, Sayo minta tolong. Kalau nak sampaikan, sampaikan lah.  Sayo komit bantu pimpinan," tutupnya.

Selain di media sosial, video tersebut tengah beredar luas ditengah ponsel masyarakat. Lalu, berbagai tanggapan masyarakat berdatangan melalui media sosial. Masyarakat mengharapkan peran Panitia Pengawas Pemilu menindak lanjuti video yang sedang viral tersebut. 

"Ayo panwaslu Kota Jambi,"  kata pemilik akun Rikki Zulfikar. 

"Apakah ini rekayasa atau fitnah," timpal pemilik akun Junaidi Salim. 

"Memalukan demokrasi apa yang sedang dibangun di Kota Jambi, " tambah pemilik akun lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho membantah hal tersebut. Menurutnya, Dia tak pernah menyebutkan kepada anak buahnya untuk mencoblos nomor urut dua Fasha -Maulana. 

"Tidak ada saya menyebutkan untuk mencoblos nomor 2. Yang saya minta sukseskan tanggal 27, jangan sampai tidak memberikan hak suara. Untuk sembako itu wacana, tetapi tidak jadi diberikan karena saya khawatir. Lalu saya membeli sembako dengan dinas Peridag Kota Jambi untuk diberikan kepada TKK (Tenaga Kerja Kontrak, red)" kata Saleh Ridho.

Sementara itu, Pjs Walikota Jambi M Fauzi dikonfirmasi mengatakan akan segera menindaklanjuti video tersebut kepada pihak terkait untuk segera diproses sesuai undang-undang berlaku.

"Sudah disampaikan kepada pihak Banwas maupun Panwas," tegas Pjs Walikota.

Penulis Ramadhani

Editor Abdullah Ihsan
views