_

Pelantikan Wako Terpilih, Mantan Wawako Jambi Berharap Kasus Money Politik Dituntaskan

HNCK8306-730x487

Mantan Wawako Jambi Abdullah Sani

Jambi - Mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani menghadiri pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Jambi terpilih Syarif Fasha dan Maulana oleh Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar di rumah dinas gubernur Jambi, Pasar Kota Jambi, Rabu 7 November 2018.

Awalnya, Abdullah Sani mengucapkan selamat atas dilantiknya pasangan tersebut sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2018-2023 dengan harapan Kota Jambi semakin lebih baik lagi.

Namun setelahnya, Sani menyayangkan kasus politik uang yang masih berjalan ditangani oleh Polresta Jambi pada pemilihan Walikota lalu, sampai saat ini belum tuntas. 

"Kalau-pun tersisa persoalan-persoalan Money Politik yang masih berjalan di tengah-tengah. Terus terang Kami berharap Polresta Jambi, Polda Jambi bahkan Mabes Polri bisa melanjutkan dan bekerja dengan profesional sesuai hukum yang berlaku. Tapi jangan salah, Kami bukan ingin dilantik, tapi Kami ingin penegakan hukum dapat berjalan sesuai yang kita harapkan. Karena ini akan menjadi pembelajaran untuk kita semua, kedepan masih ada pemilihan legislatif, Pilpres, dan lainnya, mudah-mudahan tidak ada lagi Money Politik ," kata Sani.

MONEY POLITIK

Kasus ini bermula dari dilaporkan warga kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jambi atas laporan bagi-bagi uang sebesar Rp 100.000 perorang kepada warga di Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, 18 Juni 2018. 

Saat melancarkan aksinya, kedua terdakwa meminta warga memilih salah satu pasangan calon (paslon) menjelang pemungutan suara Rabu lalu (27/6). Keduanya juga telah mengakui perbuatannya.

Uang yang dibagikan terdakwa diberikan seorang bernama Endang yang diduga anggota tim sukses. Endang sempat menghilang dari kejaran petugas sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Jambi dilaporkan ke Polresta Jambi. Setelah menerima laporan itu, Satuan Buru Sergap (Buser) Polresta Jambi menangkap kedua tersangka menjelang pemungutan suara.

Pelapor adalah tim Anti-Money Politic Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Abdullah Sani – Kemas Alfarizi. Kasus tersebut terjadi di 25 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Tanjungpinang, Jambi Timur, Kota Jambi.

Selanjutnya, dua terdakwa politik uang Pilwako Kota Jambi, yakni Afif Amrullah (30) dan Hermansyah (35) dilakukan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (26/7). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara terhadap dua terdakwa dan denda Rp 200 juta. Dengan ketentuan, jika terdakwa tidak mampu membayar denda tersebut, maka akan diganti dengan kurungan penjara selama 1 bulan.

SIAPA ABDULLAH SANI ?

Abdullah Sani sebelumnya dosen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin di Jambi. Kariernya di pemerintahan di mulai dengan menjadi Staf Ahli Wali kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM (1999), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemkot Jambi (2010) dan Asisten II Pemkot Jambi (2012). Pada tahun 2013 Ia terpilih menjadi Wakil Walikota Jambi berpasangan dengan Syarif Fasha. Abdulah Sani juga penceramah dalam beberapa kegiatan agama.

SANI VS FASHA

Berdasarkan hasil penetapan rekapitulasi hasil suara pilwako Jambi, dari 11 kecamatan yang ada di Kota Jambi, Fasha-Maulana hanya kalah di satu kecamatan, yakni di Kecamatan Paalmerah.

Adapun rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk tingkat Kota Jambi, yakni jumlah pemilih DPT: 384.366, jumlah pemilih DPPh: 708, jumlah pemilih DPTb: 6.910. Dengan jumlah total pemilih sebanyak 391.984.

Abdullah Sani dan Kemas Alfarizi berjumlah 117.435 (44,3%). Sedangkan Syarif Fasha dan Maulana berjumlah 147.652 (55,7%).

Jumlah suara sah sebanyak 265.087, jumlah suara tidak sah 7.485 dan jumlah suara sah dan tidak sah 272.572.

Penulis Ramadhani

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views