_

Pengangkatan Kasek Tunggu Terbentuknya Dewan Pertimbangan Pendidikan, Sekda: Akhir Bulan Sudah Terbentuk

HNCK8306-730x487
Sekda M Fadhil Arief

JAMBI – Munculnya PP no 19 tahun 2017 atas perubahan PP 74 tentang guru dan Permendikbud 2018 dimana  penugasan guru sebagai kepala sekolah.Sengeti, 10 Oktober 2018
Rekruitmen kasek, ditahun 2017 sebanyak 160 Kasek sudah dilantik. Diduga Kasek banyak yang diduga tidak memenuhi syarat administrasi dan akademik sesuai dengan peraturan yang ada (PP 19/2017, red).
Pelantikan Kasek terkesan mendahului  Permendikbud yang mengatur persyaratan Kasek terutama pendidikan S1 dan memiliki sertifikat serta minimal berpangkat golongan IIIC.
Dan untuk pengangkatan Kasek pun  salah satunya melalui rekomendasi dari  Dewan Pertimbangan Pendidikan.
Dalam Permendikbud dijelaskan Calon Kasek harus lulus ujian di LP2KS yang berada di Surakarta, setelah lulus mesti juga mendapat rekomendasi dari Dewan pertimbangan Pendidikan.
Disampaikan Erwanisah plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Muaro Jambi, Kalau Kasek tidak memenuhi syarat akan dikembalikan ke aturan, dan kita ikutkan Diklat bagi Kasek yang kemarin.
“Sementara harus jalan dulu sebagai Kasek”, ujar PLT Kadisdikbud.
Lanjut Erwanisah, Jabatan Kasek hanya jabatan tambahan, dan evaluasi dilaksanakan di 2019.  
Sementara itu Firdaus Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud menjelaskan sebanyak 160 Kasek yang dilantik tahun 2017, belum keluar PP 19 atas perubahan PP 74 tentang Guru sebagai Kepala Sekolah.
Dari Permendikbud proses pengangkatan guru sebagai Kasek, terbagi 2 kelompok. Dimana Kasek yang telah diangkat definitif sebelum terbit dan pengangkatan guru jadi Kasek.
Kata Firdaus, Dalam pasal 21 huruf e di Permendikbud dijelaskan  sebelum terbit wajib mengikuti Diklat persamaan kompetensi Kasek dan harus  lulus. 
Untuk Yang promosi sesuai tahapan dan  Efektif diundangkan per Maret 2018. Untuk promosi ini wajib mengikutinya.
Lanjut Firdaus, Tahapan administrasi berada Diknas,  Setelah lulus masuk tahapan seleksi akademik dan dilanjutkan Diklat dengan pola IN ON ON IN  di LP2KS di Solo – Jawa Tengah.
“Kemarin kita yang lulus hanya  38 orang dari LP2KS dari Solo”, jelasnya.
Terkait kasek definitif wajib mengikuti Diklat dan lulus, jika tidak lulus maka akan  diberi dua kali kesempatan jika tidak lulus lagi maka akan  didrop.
“Kita akan proyeksikan tahun  2019 dan 2020 melalui APBD dan sumber dana yang syah, akan melakukan seleksi Kasek, dan anggaran sudah kita ajukan”, jelasnya.
Jika dihitung Diklat penguatan Kasek definitif untuk  SD 244, SMP 57 Kasek, hal ini sesuai kebutuhan.
“Kedepan pengangkatan Kasek bukan lagi memakai ukuran suka atau tidak suka, apalagi Unsur kedekatan karena sudah diatur dan harus mengikuti aturan”, ungkapnya
Akhir  tahun ini yang bergulir, penunjukan  Plt Kasek sebanyak 38 SD dan SMP 6, ini jadi kendala. Karena Definitif sudah dikenakan aturan yang baru, padahal stocknya tidak ada.
“Stock SD 17 orang dan SMP 21 orang”, imbuhnya.
Dari stock yang ada,  PLT masih kekurangan dan Pemda memperbanyak seleksi 300 orang dan terbuka bagi guru semua.
Januari 2019 dipersilahkan bagi guru yang  akan mengikuti seleksi administrasi ditujukan ke kepala dinas untuk Seleksi administrasi saja.
Yang PLT ada beberapa sekolah belum memenuhi persyaratan pangkat, karena banyak PNS guru di SD minim dan banyak hanya golongan IIC.
Pihak kementrian saya kira tidak menutup mata, seperti banyak kecamatan di setiap SD hanya ada 1 atau 2 PNS saja. Contoh seperti dikecamatan Kumpeh 22 sekolah PNS nya hanya  60 orang.
Dukungan pemerintah daerah ada seleksi kasek. Trend kelulusan secara nasional hanya 50 persen.
Kondisi ada dapodik tidak boleh posisi sekolah kosong karena berpengaruh dana bos dan sertifikasi. Kedepan akan menyusun regulasi dan untuk mendefinisikan tidak harus kolektif. 
“Disekolah tidak bisa kolektif karena mengganggu kestabilan”, ungkapnya
Untuk sekarang inj yang mengikuti sertifikasi guru awal, Kasek sebagai manager tidak lagi mengajar.
Evaluasi akan dilakukan karena ada uji kompetensi kasek. Untuk pengangkatan kasek harus melalui tim pertimbangan. Sekda. Diknas , pengawas dan dewan pendidikan sebagai tim pertimbangan pengangkatan kasek.
Sementara itu, Sekda M Fadhil Arief saat dihubungi terkait belum terbentuknya Dewan Pertimbangan Pendidikan menyampaikan bahwa akhir bulan ini (Oktober red) sudah terbentuk 
“Akhir bulan ini sudah terbentuk Dewan Pertimbangan Pendidikan”, tulisnya melalui pesan singkat.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views