_

Pengusaha Ikan Terobos Pasar Singapura dan Malaisya

HNCK8306-730x487
Packaging hasil tangkapan nelayan untuk pasar Singapura dan Malaisya

TANJABTIM - Ikan dan udang merupakan hasil laut primadona ekspor kabupaten Tanjung Jabung Timur. Untuk bisa mencapai kualitas ekspor ini tentunya tidak terlepas dari peran  penampung ikan setempat.

Setiap harinya bangsal ikan yang berkedudukan Di jalan Segara Nipah Panjang Satu, kecamatan Nipah Panjang, kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi ini selalu ramai dengan aktivitas bongkar muat serta jual beli komuditi laut.

Bangsal ikan yang diberi nama Setia Budi ini berdiri sejak tahun 2000 lalu, dengan modal seadanya sang pemilik memberanikan diri mengawali karirnya sebagai penampung ikan dan udang hasil laut nelayan tradisional setempat.

Berkat kegigihan dan kesabaran sang pemiliknya, saat ini bangsal ikan Setia Budi menjadi salah satu bangsal ikan di Tanjung Jabung Timur yang sukses meggarap pasar ekspor ikan dan udang laut.

Rusdi,  pemilik bangsal ikan Setia Budi mengungkapkan, saat ini ia memiliki 70 nelayan binaan,mulai dari nelayan harian hingga nelayan mingguan.  Ikan dan udang hasil nelayan ini dipasarkan mulai dari dalam atau lokal hingga ekspor ke luar negeri.

Adapun negara yang di tuju untuk ekspor ini ialah Singapura dan Malaysia, jenis udang dan ikan yang diekspor diantaranya, udang  Gogo, ikan Purau, ikan Kerapu, ikan Senangindan ikan Bamba. Setiap Minggu tidak kurang dari 3 kali bangsal ikan Setia Budi tersebut melakukan ekspor.

Rusdi mengakui, setiap bulannya omset yang  ia dapat mecapai Ratusan juta rupiah. Dalam menjalankan usahanya,  mengaku kerap terkendala oleh persediaan es dan bahan bakar minyak.

“Produksi es di dua pabrik es di kabupaten Tanjab Timur  terkadang tak bisa mencukupi bila tangkapan nelayan melimpah, yakni  saat bulan Nopember-hingga April”

Lanjut Rusdi, kami membutuhkan rata-rata 100 balok es,  seharga  !5.000,- rupiah  per balok.Sedangkan  harga udang dan ikan dipengaruhi oleh harga pasaran, bila hasil tangkapan nelayan melimpah atau banyak maka harga akan menurun,  begitu juga sebaliknya, bila tangkapan menurun menurun maka otomatis harga akan melonjak.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views