_

Petugas Pengamanan Asean Games Dipolisikan Wartawan Jambi

HNCK8306-730x487

 

JAMBI - Wartawan Kompas TV Jambi Suci Anissa (28) resmi melaporkan petugas pengamanan api obor Asian Games yang melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya pada Jumat 3 Agustus 2018 ke Polda Jambi. Suci datang ke Polda Jambi pada Sabtu 4 Agustus 2018 siang didampingi sejumlah wartawan berbagai media di Jambi. 

Suci melaporkan oknum pengamanan tersebut menggunakan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

"Tindakan itu berkaitan dengan upaya menghalang-halangi kerja jurnalis. Kerja jurnalistik ini diatur oleh UU Pers," ujarnya 

Meski sempat mengalami rasa sakit karena bagian perutnya dipukul oleh oknum petugas tersebut, namun Suci memang tidak melaporkan soal itu. Sebab, bagi dia penghalangan kerja wartawan menjadi persoalan yang lebih serius.

“Kondisi saya saat ini memang tidak apa-apa, meski sempat mengalami rasa sakit. Namun bagi saya, tindakan penghalangan kerja wartawan dengan kekerasan seperti yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan persoalan yang lebih serius dan berdampak pada kebebasan pers,” ujar Suci lagi.

Diakui Suci, laporan dia ke Polda juga tidak ditangani di bagian umum atau di sentra pelanyanan terpadu oleh Polda Jambi, melainkan di bagian khusus terkait penanganan UU Pers.

Pada Jumat siang saat mengalami kejadian itu, Suci mengaku telah menyebutkan bahwa dirinya adalah wartawan yang tengah bertugas. Namun oknum itu mengatakan tidak peduli.

“Saya dipukul di bagian ulu hati. Saya tidak ganggu dia, tiba-tiba saja dipukul. Padahal saya sudah bilang dari media. Dia bilang tidak peduli siapa saya,” jelasnya.

Suci mengaku saat ini kondisinya baik baik saja. Namun perlakuan kasar petugas yang tidak dapat ditolerir itu telah membuatnya merasa profesinya sebagai wartawan tidak dihargai oleh petugas tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi, Wahyudin, mengatakan, satuan pengamanan api obor Asian Games tersebut merupakan pasukan gabungan yang dikoordinir oleh Indonesian Asian Games Organizing (Inasgog) dari Jakarta atau panitia pusat Asian Games. Di Jambi, pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Jambi dan Korem 042 Gapu untuk satuan pengamanan yang dikoordinasikan di bawah Inasgog itu.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis  Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Sri Rahayu Ningsih, mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Petugas Pengamanan Tim Pembawa Obor Asian Games, yang melakukan estafet di Kota Jambi.

Pemukulan yang dilakukan terhadap Suci Annisa (28 tahun) ini, dipandang Sri Rahayu Ningsih yang kerap dipanggil Nining Antero ini, sebagai bentuk ancaman serius terhadap kemerdekaan pers dalam menjalankan tugasnya sebagai  penyampai informasi kepada masyarakat. Apalagi, jurnalis yang menjadi korban tersebut adalah perempuan. 

"Tindakan pemukulan atau pun kekerasan lainnya, tidak diperbolehkan untuk dilakukan oleh pihak manapun terhadap kalangan media", tegas Nining. 

Hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18, dengan sanksi ancaman Pidana dan Denda bagi pelakunya.

Pemukulan yang terjadi di kawasan Lampu Merah Simpang Empat Museum Siginjai, Kota Jambi ini, ditenggarai terjadi saat Suci tengah melakukan pengambilan gambar dengan kameranya. Entah mengapa, tiba-tiba saja ia dipukul dengan keras di bagian ulu hati. Tindak kekerasan tersebut, menurut Suci, mengakibatkan sakit yang luar biasa di ulu hatinya. Ketika bertanya dan komplain, kenapa ia dipukul, petugas tersebut tidak meladeni dengan baik, tapi malah bersikap kasar.

Nining meminta pihak terkait di pusat untuk melakukan seleksi lebih teliti dalam menjaring petugas yang akan dikerahkan untuk acara-acara penting seperti Asian Games, yang berskala internasional.

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views