_

Polres Muaro Jambi Hidupkan Kentongan, Bersama Warga Jaga Keamanan

Kentongan dijadikan simbol bergeraknya Polres Muaro Jambi bersatu padu dengan warga untuk membangun dan menjaga keamanan bersama

HNCK8306-730x487
Kapolres Muaro Jambi AKBP Dedy Kusuma Siregar, SIK, MSI beserta jajaran saat rapat terbatas , foto/ teks : Ihsan Abdulah Nusantara

Kentongan itu rencananya akan dipukul oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Dedy Kusuma Siregar, SIK, Msi  dan diikuti secara serentak oleh warga masyarakat yang hadir dilokasi pos Kamling disalah satu desa di kecamatan Kumpeh Ulu kabupaten Muaro Jambi.

Bersamaan dengan Pemukulan Kentongan oleh Kapolres juga dalam jam yang sama dilakukan pemukulan kentongan oleh Jajaran Polres Muaro Jambi di sebelas (11) Kecamatan, pemukulan ini pun juga dilakukan di pos kamling bersama warga masyarakat.

Rencananya  pemukulan kentongan dilaksanakan pada Selasa (30/1/2018). Pemukulan kentongan secara simbolis ini sebagai awal gerakan polisi bersama masyarakat bahu membahu menjaga keamanan lingkungan.

Seperti yang disampaikan Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Muaro Jambi AKP Dastu Gustiawan, SH, MH diruang kerjanya  (Kamis, 25/1), bahwa pemukulan kentongan oleh Kapolres sebagai awal gerakan dalam menjaga keamanan lingkungan antara Kepolisian dan warga masyarakat.

“Sistim keamanan lingkungan (Siskamling) sangat penting dan membantu tugas-tugas kepolisian, peran masyarakat ini tidak ternilai”, tegasnya.

Lanjut Dastu, Keterbatasan Personil Polri  tidak mungkin bisa menyisir sampai dipelosok kampung, maka peran pos kamling dan masyarakat sangat dibutuhkan.

Gerakan kentongan sebagai simbol gerakan Polri dan masyarakat menjaga keamanan,  sebetulnya muncul dari geliat masyarakat sendiri, Polri dalam hal ini Polres Muaro Jambi hanya menyerap dan melanjutkan gagasan warga menjadi gagasan yang lebih besar dan menyeluruh terutama di wilayah tanggungjawab Polres Muaro Jambi, pungkasnya.

Dalam masyarakat kiranya masih dikenal kentongan, Di gardu perondan masihtergantung kentongan dengan alat pukulnya, Namun tidak jelas maknanya. Apakah sekedar hiasan pelengkap ataukah masih dipakai untuk komunikasi warga. Kegiatan”kamling” (keamanan lingkungan) melibatkan warga masyarakat serta perlunya mengetahui tanda-tanda suara kentongan yang berkaitan dengan apa yang terjadi atau berkaitan dengan adat-istiadat masyarakat.

Di lingkungan masyarakat masih dikenal berlakunya hukum tidak tertulis, di antaranya adat-istiadat. Adat dapat disamakan dengan kebiasaan. Adat dirasa masih diperlukan karena ada unsur kebersamaan dan tuntunan hidupnya. Seperti keberadaan kentongan di pos kamling, dan tanda-tanda bunyi kentongan memberikan gambaran situasi kepada masyarakat.  

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views