_

Rehab GOR Kotabaru Diduga Fee Proyek Untuk Zola, Venue Paling Tak Terpakai ke Porprov

HNCK8306-730x487

JAMBI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi memastikan tidak memakai Gedung Olahraga (GOR) Kotabaru Jambi sebagai venue pertandingan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018 di Kota Jambi, karena sedang direhab.

Ketua Koni Provinsi Jambi Indra Armendaris mengatakan, rehab GOR terbilang telat karena baru dikerjakan dipertengahan tahun ini sehingga GOR tak termasuk dalam venau Porprov. Menurutnya jika rehab GOR dilakukan di tahun sebelumnya ataupun diawal tahun dianggap memenuhi syarat.

"Karena berdasarkan luas lapangan, kapasitas penonton, dan fasilitas yang memadai," kata Indra

Koni telah menyusun rapi fasilitasi dan venue yang akan dipakai di perhelatan Porprov. Meskipun dinas terkait menarget rehab berat GOR rampung sebelum pelaksanaan, tetap saja Koni tidak menggunakannya. Apalagi Porprov semakin dekat di bulan November mendatang. 

"Untuk pesta olahraga terakbar se-provinsi kali ini kita tak pakai GOR," tegas Indra.

Terpisah, sumber media ini menyebutkan, Gubernur Jambi Zumi Zola sewaktu aktif lalu sempat mengungkapkan rencana renovasi besar-besaran Gedung Olah Raga (GOR) Kotabaru, hal ini disampaikan Zola usai membuka Kejurda Tarung Derajat tingkat Provinsi Jambi, Kamis 2 November 2017, sebelum terjadinya operasi tangkap tangan KPK di Jambi.

Zola saat itu mengatakan, Kementerian dan dinas terkait sudah mengkaji untuk rehab GOR Kotabaru. Mulai dari atap, lantai dan tempat duduknya. Zola sempat mengatakan jika renovasi GOR Kotabaru akan ada sentuhan modernnya, tapi tidak meninggalkan nuansa adat dan budaya Provinsi Jambi.

“Pak Zola menginginkan kedepannya, gedung ini bisa digunakan untuk beragam cabang olahraga. Seperti Basket, Futsal, Voli, Tarung Derajat dan lainnya. Dengan kondisi yang sekarang ini GOR sudah sangat layak untuk direhap," kata Sumber.

Sumber menjelaskan, GOR Kotabaru memiliki luas area 40.884 meter, gedung yang berlokasi di jalan H Agus Salim, Kecamatan Kotabaru ini memang jadi andalan untuk pergelaran olahraga dan pentas seni, area ini juga kerap digunakan untuk konser music. Untuk standar nasional, kapasitas GOR memang terbilang kecil, untuk satu pertandingan, kapasitas GOR hanya bisa menampung sekitar 2.000 orang

Selanjutnya, masih dikatakan sumber, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) menganggarkan rehab berat GOR Kotabaru senilai Rp 20 Miliar melalui dana APBD tahun 2018. Dengan anggaran senilai itu, diduga salah satu yang menjadi fee proyek dari Dinas PUPR untuk Kepala Daerah Zumi Zola Zulkifli.

Skandal korupsi Zumi Zola terbongkar setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di Jambi, akhir November 2017. KPK lantas mengembangkan kasus hingga akhirnya menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka pada Januari 2018. Lalu anggaran rehab GOR itu menjadi sekitar Rp 8 Miliar, karena pihak Kementerian Dalam Negeri bersama KPK melakukan evaluasi seluruh anggaran Jambi tahun 2018. 

Meski telah memasuki bulan September, rehab berat yang dikerjakan oleh PT Bumi Delta Hatten sebagai pemenang lelang diharga penawaran Rp 8 Miliar itu, baru berjalan sekitar 30 persen. PT itu menang sebagai peserta lelang setelah mengalahkan 118 peserta lainnya, pada April lalu.

Juru Bicara Dinas PUPR Provinsi Jambi Ivan mengakui, tidak mengetahui jika ada evaluasi anggaran di dinas tersebut dari Kementerian dan KPK termasuk evaluasi anggaran dalam rehab GOR Kotabaru.

"Kita tidak tahu jika ada evaluasi dari Kementerian dan KPK tersebut. Karena mulai dari penyusunan RKA tidak pernah ada nilai Rp 20 M," kata Ivan, Sabtu 15 September 2018.

Untuk diketahui sebelumnya, pekan olahraga tersebut terancam dibatalkan karena dicampur aduk dengan politik. Pada awalnya Kabupaten Merangin ditunjuk sebagai Tuan rumah Porprov 2018. Akan tetapi pada Juli 2017 yang lalu Kabupaten Merangin menyatakan tidak siap jadi tuan rumah kegiatan Porprov dengan alasan adanya Pilkada Serentak.

Lalu, Gubernur Jambi saat itu menunjuk Bungo dan Tebo menjadi tuan rumah Porprov 2018. Dengan pemintaan Gubernur saat itu, Bupati kedua daerah mensetujui untuk menjadi Tuan Rumah Porprov 2018.

Dalam proses berjalan, pada 9 Juni 2018 Bupati Bungo dan Tebo mengirimkan surat kepada Koni Provinsi yang menyatakan tidak siap untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan Porprov 2018.

Dengan adanya surat pernyataan dari Bupati Bungo dan Tebo tersebut, Pengurus cabang Olahraga Jambi, meminta Kepada Koni untuk mengambil alih penyelenggaraan Porprov 2018 agar tetap diselenggarakan.

Koni Provinsi membentuk tim dimana didalamnya terlibat, Koni Kota, Koni Kerinci, Koni Tanjab Barat, dan Kawan-kawan dari pengurus Cabor.

Hingga pada 28 Juni 2018, hasil Rapat Pleno Khusus memutuskan Kegiatan Porprov 2018, Koni Provinsi akan menjadi penyelenggara pelaksana dan tuan rumah. Kegiatan Porprov 2018 akan di langsungkan di Kota Jambi, Pada 18-25 November 2018.

Selain itu, Koni akan merealisasikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dilakukan tiga tahun sekali menjadi dua tahun sekali. Menurutnya, pada tahun sebelumnya Porprov dilaksanakan dua tahun sekali, akan tetapi pada tahun 2012 jadwal berubah menjadi tiga tahun sekali, diselenggarakan di tahun 2015.

Dengan digelarnya Porprov dua tahun, tidak hanya semata-mata untuk mengejar prestasi, namun juga momen meningkatkan kualitas atlet putra dan putri. Oleh sebab itu ia berharap atlet-atlet muda daerah setempat dapat memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan prestasi sehingga bisa bertanding dalam turnamen yang lebih besar lagi. 

Koni percaya dengan semakin banyaknya jumlah kompetisi lokal, maka potensi atlet muda akan semakin terlihat. Hal ini merupakan bagian dari Koni untuk membina atlet muda. Langkah ini harus dilakukan untuk memastikan pembinaan dan kompetisi olahraga terus berjalan. 

Koni meyakini potensi atlet di Jambi sangat besar dan tersebar di berbagai pelosok. Karenanya kompetisi Porprov bisa digunakan sebagai ajang pencarian bakat atlet muda.

Penulis Ramadhani

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views