_

Revitalisasi Asrama Haji Jambi Mangkrak, KPK: Ada Apa Dengan Proyek Tersebut

HNCK8306-730x487

JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya baru mengetahui mangkaknya revitalisasi Asrama Haji Jambi. Kendati itu, KPK akan menganalisa jika terdapat temuan kerugian negara dalam proyek tersebut.

"Ada apa dengan projek revitalisasi tersebut," ujar Koordinator Wilayah II Sumatera Korsup Pencegahan KPK, Adliansyah M Nasution alias Coki.

Coki menjelaskan, pihak dari Korsup Pencegahan KPK belum menerima  pengaduan yang masuk terkait revitalisasi asrama haji di jambi.

Jika nantinya terdapat laporan masyarakat serta fakta temuan lapangan akan dianalisis oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat di KPK.

"Kepada saya belum ada pengaduan yang masuk terkait revitalisasi asrama haji di jambi. Bisa jadi (laporan ada) ke Direktorat Pengaduan Masayarakat di KPK tapi saya belum bisa pastikan, " katanya kepada Kantor Berita Waktoe.com, Minggu 19 Agustus 2018.

Menanggapi revitalisasi Asrama tersebut, Subbagian Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Thoif dikonfirmasi masih enggan memberikan banyak tanggapan.

"Maaf saya sedang di Arafah Makkah," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Febri Diansyah belum memberikan tanggapan terkait mangkraknya ini mengundang berbagai sorotan dari masyarakat.

Pesan singkat yang disampaikan melalui WhatsApp miliknya yakni apakah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung? Apakah akan melakukan pemeriksaan terhadap kepala proyek PT serta pejabat berwenang? Sayangnya KPK belum merespon pesan singkat tersebut.

Revitalisasi asrama haji Kota Baru, Provinsi Jambi, yang dianggarkan sebesar Rp 57,6 miliar lebih dari anggaran pendapatan dan belanja negara hingga sekarang tidak bisa digunakan masyarakat.

Revitalisasi dilakukan karena bangunan lama sudah tidak lagi mampu menampung jamaah saat musim haji. Seharusnya revitalisasi bangunan untuk masyarakat banyak lima lantai itu, bertujuan meningkatkan pelayanan jamaah di provinsi Jambi siap dikerjakan. 

Kontrak kerja perusahaan pelaksana revitalisasi asrama haji terhitung 25 Juli hingga 31 Desember 2016 lalu dengan penambahan waktu pengerjaan selama 90 hari oleh PT Guna Karya Nusantara.  

"Asrama itu setara dengan hotel bintang lima kesan mewah dan megah dilengkapi restoran an cafe syariah di lantai dasar. Lantai dua terdapat aula pertemuan  Setiap lantai dilengkapi dua lift kapasitas satu ton. Sedangkan di lantai tiga sampai lima dengan terdapat jumlah kamar standar sebanyak 63 kamar, deluxe 4 kamar dan suite dua kamar," kata salah seorang petugas di Asrama Haji Jambi, enggan disebutkan namanya.

Pantauan dilapangan, Para jemaah haji tahun ini yang masih menggunakan fasilitas bangunan lama. Terlihat masih kosong tak berpenghuni revitalisasi itu. Pada bagian dalam sudah terdapat beberapa furniture yang berserakan dan berdebu karena tak terpakai.

Di bagian dinding dan bagian atas dekat pintu utama mulai rapuh karena bangunan yang mulai bocor. Keramik yang menempel pada bagian dinding mulai lepas dari tempatnya, sebagian sisi dalam bangunan dan luar, belum diplaster. Ironisnya lagi, masih ada kotoran seperti 'lumut' di sela-sela dinding dan bagian tiang. Juga masih terlihat alat-alat pekerja dan instalasi listrik yang masih terluntai di setiap sudut.

Informasi berhasil dirangkum media ini, terdapat dugaan korupsi sejak awal perencanaan pembangunan oleh Kanwil Kemenag Jambi penunjukan pemenang tender adalah ULP Kemenag Provinsi Jambi bukan ULP dari Kementerian. Padahal pengerjakan asrama haji itu dari APBN. Terlihat dari volume pengerjaan dengan anggaran yang tersedia.  ULP telah menunjuk perusahaan diduga untuk mengerjakan proyek puluhan miliar itu tidak memiliki modal yang cukup serta tidak punya alat-alat untuk bekerja. Buktinya sempat terjadi 187 orang pekerja tidak menerima gaji sejak beberapa bulan terakhir.  Kemudian Rp 400 juta untuk sewa alat berat juga belum dibayar oleh perusahaan. 

"Para jemaah haji tahun ini yang masih menggunakan fasilitas bangunan lama. Bangunan ini sudah satu tahun ini terbengkalai karena orangnya (Kontraktor,red) banyak nunggak. Ora (tidak) jujur," akui seorang petugas itu.

Menurutnya, Irjen Kementrian Agama RI sempat mendatangi untuk memeriksa kondisi asrama haji didampingi oleh pihak KPK dan TP4D. Sayangnya, pemeriksaan tidak selesai dengan pihak yang sudah melakukan kunjungan itu. 

Komisaris di PT tersebut, Johan, saat peletakan batu pertama sempat menyatakan, revitalisasi asrama haji akan selesai tepat waktu meski hanya dalam waktu lima bulan. Pihaknya sudah biasa kerja membangun 10 lantai itu hanya 6-7 bulan, jadi optimis lima lantai ini selesai Desember dengan kerja dua shift.

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah revitalisasi tersebut merupakan kewenang Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jambi. 

"Itu wewenang Kanwil Agama. Silahkan konfirmasi ke Pak Kanwil," kata Johansyah, Kamis kemarin 16 Agustus 2018.

Penulis : Ramadhani

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views