_

Rompi Samsat, Jadi Motivasi Bayar Pajak

Gerakan taat pajak ditandai dengan pemberian rompi pelopor taat pajak kepada warga oleh Samsat Tanjung Jabung Timur.

HNCK8306-730x487
Gubernur Jambi Zumi Zola Z, mengenakan Rompi Pelopor Taat Pajak dari Samsat Tanjung Jabung Timur kepada warga di halaman Kecamatan Geragai beberapa waktu yang lalu, Foto/teks. Ihsan Abdulah Nusantara

JAMBI - Untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat, dengan kewajibannya membayar pajak, ditambah adanya program pemutihan pajak kendaraan bermotor seluruh propinsi Jambi, Samsat Tanjung Jabung Timur terus melakukan sosialisasi.

Setelah penyerahan Rompi Pelopor Taat Pajak, Asnawi kepala Samsat Tanjab Timur, mengharapkan munculnya pelopor- pelopor pajak di setiap desa dan akan memberikan motivasi kepada saudara, tetangga untuk melakukan hal yang sama yaitu taat membayar pajak.Tanjabtim, 6/5/2018.

Di Ruang kerjanya Asnawi menjelaskan, bahwa terdapat kendaran di Tanjabtim sebanyak 5400 unit yang terdiri dri roda dua sebanyak  4.143, dan 1.266 roda empat,  dari progres selama diluncurkan pemutihan pajak  telah tercapai  tiga (3) Milyard dari target yang ditentukan mencapai 19 milyard pada tahun 2018.

“Tanjabtim ini wilayah perairan jadi jarak tempuh jauh, ini salah satu kendala, meskipun sudah ada samsat keliling, kendala ini masih sangat dirasakan”.

Beberapa kecamatan yang tergolong pajaknya baik mulai dari kecamatan Geragai, Sabak Timur, Mendahra Ulu, untuk itu berbagai cara agar informasi tentang pemutihan pajak kendaraan bermotor dapat diketahui semua terus kita galakan.

“Jika dihitung jumlah penerimaan sampai dengan hari ini kita telah mengalami peningkatan  sebesar 30 persen dari yang biasa”.  Maka kita juga melakukan terobosan dengan melakukan pelayanan dihari Sabtu buka  melayani pembayaran pajak sampai pukul  dua (2) siang/14.00 WIB.

Tambah Asnawi, dengan berbagai cara yang kita lakukan, dan bekerja secara maksimal, harapannya target yang ditetapkan sebesar 19 Milyard tersebut mampu tercapai, pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan harapan terhadap Samsat Tanjab Timur pelayanannya bisa cepat. “Saya beli motor baru, tapi hingga lebih dari 40 hari, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saya tanyakan ke dealer belum jadi, infonya masih menunggu dari Samsat”.

Dengan begitu, saya tidak bisa bawa motor kemana-mana, padahal beli motor untuk usaha, jadi ini sangat membebani, karena belum bisa maksimal menggunakan motor dan berdampak kepada pemasukan ekonomi.

Dulu kalau saya ganti plat juga lama, harus nunggu lebih dari Dua (2) minggu (14 Hari), padahal kan antreannya tidak banyak, pungkasnya.

Lihat Vidio dibawah ini: <iframe width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/s8YZ2zsHuKc" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe>

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views