_

Rumah bagi Nelayan Miskin Segera diBagikan Di Nipah Panjang

Nelayan Kategori berpenghasilan rendah/ miskin, yang mengajukan untuk mendapatkan bantuan tidak seluruhnya terealisasi dalam tahun 2018.

HNCK8306-730x487
Rumah hibah kementrian PUPR bagi nelayan miskin di Nipah Panjang, Tanjab Timur

TANJABTIM - Nelayan miskin di kecamatan Nipah Panjang, kabupaten Tanjab Timur,  akan segera mendapatkan rumah bantuan pemerintah yang segera  siap huni. Sebanyak Lima Puluh (50) unit tempat tinggal perumahan nelayan yang berkedudukan di kelurahan Nipah Panjang satu bakal diserahterimakan kepada para nelayan yang berhak.

Limapuluhan rumah khusus nelayan berpenghasilan rendah yang berkedudukan di kelurahan Nipah Panjang satu, kecamatan Nipah Panjang, kabupaten Tanjung Jabung Timur, provinsi Jambi ini telah selesai dibangun.

Rumah permanen tipe 36 dengan jumlah sebanyak Lima Puluh (50) unit tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia,yang pembangunan nya menggunakan dana APBN  tahun 2017 lalu.

Namun, meski sudah bisa untuk di tempati, pemerintah kabupaten Tanjab Timur hingga kini belum melakukan serah terima kepada nelayan.

Pemerintah kecamatan setempat mengaku masih  melakukan verifikasi dan pendataan ulang bersama Dinas Kelautan dan Perikanan terkait siapa saja nelayan yang berhak untuk menerimanya.

Seperti yang disampaikan Arie Suryanto, mengatakan, Untuk mendapatkan rumah bantuan pemerintah ini, tentunya para nelayan di kecamatan Nipah Panjang harus melalui proses verifikasi,  pasalnya terdapat sejumlah kreteria yang membuat nelayan berhak mendapat kan rumah tersebut.

Seiring perjalanan nya,  pemerintah harus benar-benar komiten dan objektif dalam memutuskan siapa saja nelayan yang layak menerima rumah tersebut, tanpa ada unsur politis dan harus tepat sasaran.

Pemberian rumah diharapkan hanya dilakukan pada keluarga yang di pastikan bermata pencarian sebagai nelayan, yang benar-benar membutuhkan, dan tercatat sebagai nelayan Nipah Panjang.

Dari total nelayan di nipah pajang yang mengajukan dan berstatus sebagai nelayan berpenghasilan rendah sebanyak sebilan puluh satu (91) nelayan, namun yang dapat direalisasikan hanya limapuluh (50)  rumah,

“Harus ada tim independen, yang melalukan verifikasi, banyak nelayan habis  80.000,-rupiah untuk beli minyak dan pulang tanpabawa hasil tangkapan”, pungkasnya.

Baca Juga:http://waktoe.com/post/harga-jaring-naik-pendapatan-nelayan-menurun

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views